Catatan harian yang semakin renta dan tua

Minggu, 29 September 2013

,
Rasa rindu menyeruak perlahan dalam relung dadaku
Akan hadirmu dalam hariku
Kembali…
Setelah perpisahan dua tahun lamanya
Cerita indah kita
Kebersamaaan kita
Keceriaan dan kesedihan yang kita bagi bersama
Kenangan kita…
Tiga tahun… waktu yang tak singkat, namun terasa sebentar
Ingin ku mengulangnya
Kembali…
***
Menelusuri daftar kontak
Membaca setiap nama yang tertera
Menimang-nimang apa yang hendak dilakukan
Berharap senyum kan tercipta
Hmmm… mengingat masa itu
Tak pernah bosan aku melakukannya
Terkadang rasa kesal terselip di dalamnya
Mengingat akan janji yang pernah terucap
“Kita akan selalu saling mengabari satu sama lain, dengan cara apapun”
Entah siapa yang mengucapnya
Entah siapa yang mengingkarinya
Yang pasti kini ada hal yang tak lagi sama
Kasihmu…
Rindumu…
Ada yang telah menggantinya
Membuatmu ‘melupakannya’
Terkadang timbul keinginan untuk menyapa
Sekedar berita bahwa ku masih ‘ada’…masih tinggal…
Namun rasa malu menepisnya…
Ah! Entah siapa yang salah
Waktu…
Jarak…
Kita…

Sabtu, 28 September 2013

,
Pukul 1.23 dini hari. Bau hangat nasi yang mulai matang menguap dari tonjolan Miyako di salah satu sudut kamar kostku. Di sampingnya berdiri angkuh sebuah dispenser dengan merek yang sama. Mengusik keasyikanku yang sedari tadi menekuri novel kedua trilogy Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna. Di samping kiriku tampak gelas kosong dengan sebuah sendok di dalamnya didampingi setengah stoples kue choco chips dengan kacang cokelat buatan tanteku. Sirup Squash Delight asam dan hangat sudah ku libas sejak tadi. Senyum merekah dari bibirku sambil menatap sepupuku yang sedang sibuk dengan serial anime favoritnya, Detective Conan. Mengabarkan berita menggembirakan yang sejak tadi ditunggunya. Tubuhnya dibalut kimono biru langit yang dibeli ayahnya tempo hari. Seperti biasa, ia akan melakukan kegiatan yang aku sebut ritual mandi subuh. Kebiasaan buruknya yang sulit diubah.

Minggu, 15 September 2013

,
SMA Negeri  4 Yogyakarta
Ku pindai sekolah yang akan menjadi tempatku bertugas selama tiga bulan ke depan nantinya.  Ku perhatikan setiap sudut yang dapat dijangkau oleh mata. Sekolah dengan fasilitas yang terus menerus bertambah ini memang terbilang mewah. Seandainya aku bisa mengulang masa SMAku, aku ingin sekali mencoba untuk bersekolah di sini.
“Bismillahirrahmanirrahim.” Ku langkahkan kakiku menyusuri sekolah yang sudah terlihat sepi ini. Ya. Aku memang datang di saat jam pelajaran sudah dimulai. Aku tidak ingin mengambil resiko dipelototii murid-murid yang melihat kedatanganku. Walaupun kemungkinan bahwa hal itu akan terjadi sangat tidak mungkin.

Jumat, 13 September 2013

,

“Anyaaaaaaaaaaaaaaaa.” Teriakan itu sungguh mengusik pendengaranku. Seperti biasa, Vira Damayanti, teman yang aku temui tiga tahun lalu. Disaat aku baru pertama kali memasuki gerbang Universitas Negeri Yogyakarta. Kebiasaannya memang seperti ini. Tidak peduli di manapun aku berada, dia akan selalu setia meneriakkan namaku. Mungkin dia bangga dengan suaranya yang memang bisa mencapai 5 oktav saat ia bernanyi. Aku akui ia memang pintar dalam hal tarik suara. Ku tolehkan pandanganku. Astaga! Ternyata ia hanya berjarak kurang dari satu meter di belakangku.
“Apa?” jawabku malas.
“He he he.”  Balasnya cengengesan sambil menghampiriku dan tak lupa pula bergelayut manja di lenganku. Aku yakin saat ini sudah muncul argument tidak enak tentang hubunganku denannya.
“Apa sih? Kayak lesbi lo!” Ku lepaskan tangannya dari lenganku.
“He he he.” Lagi-lagi tawa seperti ini. Aku sangat kesal dengan caranya tertawa. Ia dengan sengaja menyuarakannya dalam bentuk suku kata. Ia tahu aku sangat tidak suka itu. Tapi dia sangat suka melakukannya di depanku.
“Apaan?” Tanyaku lagi. Aku benar-benar ingin segera beranjak dari sini. Masih banyak yang harus aku urus. Terutama tugas yang akan aku jalani selama kurang lebih tiga bulan ke depan. Banyak yang harus aku persiapkan. Termasuk mental juga fisik yang sebentar lagi harus dipaksa bangun lebih pagi dari jam bangun pagiku biasanya.
“Elo dapet di mana?” tanyanya. Yah lagi-lagi pertanyaan yang sama. Entah sudah berapa kali aku mendapatkan pertanyaan ini hari ini.