Catatan harian yang semakin renta dan tua

Minggu, 27 November 2016

,
Judul Buku: Cinta Brontosaurus
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media
Penyunting: Windy Ariestanty
Desain Sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Terbit: 2006
Tebal Buku: viii + 152 hlmn; 11.5 x 19 cm
Kategori: Kumpulan Cerita
ISBN: 979-780-059-8
Rating: 3/5

...
Ada satu adegan yang mengharuskan gue berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa raga.

Dengan menyeimbangkan antara emosi dan karakter.
Dengan masuk ke jiwa sang tokoh.
Dengan total.
Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh!

Setelah syuting selesai, gue tanya ke Mister, salah satu temen yang ada di lokasi syuting.
'Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?' tanya gue pede.

'Kayak babi lepas,' jawab dia santai.

****


Sebenarnya sih popularitas Raditya Dika menurut gue (karena bukunya pakai bahasa gue-elo jadi menyesuaikan) membuat beliau nggak membutuhkan lagi yang namanya review buku untuk membuat orang teratarik buat baca, mungkin nih kalo ada yang kasih dua bintang buat buku barunya, orang-orang yang mau baca malah semakin nambah. Bukan apa-apa, penasaran aja kenapa bisa dikasih rating rendah. Saking populernya Bang Dika, nih.

Jujur gue shock waktu tahu buku ini terbit tahun 2006. Berarti sudah lama sekali, sudah sejak gue SMP kelas VII, hal ini membuktikan bahwa Raditya Dika sebenarnya sudah sangat tua tapi entah kenapa hingga kini masih bergaya layaknya anak muda. Ini gue mau bikin review atau menghina penulisnya sih sebenernya wkwk

Walaupun baru nulis review-nya sekarang, sebenernya seinget gue, gue udah pernah baca buku ini waktu gue masih zaman kuliah empat tahun lalu (walaupun udah pakai toga gue masih muda dan unyu kok). Waktu itu bacanya hasil pinjeman. Dan berhubung beberapa waktu lalu gue dihadiahkan buku ini oleh seorang teman dari perpustakaan pribadinya, maka gue memutuskan untuk membaca ulang. Hitung-hitung buat hiburan dan bahan tertawaan, Hidupnya Bang Dika terlalu mengenaskan lucunya untuk dilewatkan. Walaupun review-nya sudah pasti akan out of date, gue bakal tetap update karena seterkenal-terkenalnya Raditya Dika, pasti masih ada orang yang nggak mengenalnya. Tetep kalah pamor sama Aliando yang gantengnya bikin mimisan itu.

Buku ini berisi kumpulan cerita yang didasarkan pada kehidupan nyata. Tentu aja dengan tambahan bumbu komedi di dalamnya. Nggak tahu apakah ada tambahan unsur fiksinya atau tidak, tapi yang jelas isi bukunya sangat menghibur dan juga memberikan pencerahan pada beberapa bagian. Seperti buku Bang Dika yang sudah pernah gue baca sebelumnya, kisah-kisah hidupnya yang dituliskan dalam beberapa bab buku sebagian besar ditutup dengan kata bijak atau bahan renungan. Hal ini membuat gue berpikir bahwa Raditya Dika adalah orang yang selalu menagmbil pelajaran pada setiap hal yang dialaminya. Selalu berkaca pada masa lalu yang sudah pernah dilewatinya. Memalukan ataupun menyedihkan. Bikin gue bertanya-tanya juga apakah hidupnya memang selalu penuh kisah imut imut menggemaskan seperti yang tertulis dalam buku-bukunya?

Gaya penulisan dalam buku ini seperti penulisan diary. Menggunakan bahasa yang santai, kekinian dan mudah dimengerti. Hal yang bikin buku ini asik dibaca untuk menghilangkan penat. Bukunya bisa membuat orang tertewa meski dalam keadaan terlilit hutang pada rentenir sekalipun. Perumpamaan yang diguakan juga buat gue sangat kreatif. Nggak pernah gue kepikiran akan muncul perumpamaan asing dan aneh juga bisa bikin ngakak. 

Ada beberapa bab dalam buku ini yang menjadi favorit gue di antaranya:

Cinta Brontosaurus
Berjudul sama dengan judul bukunya. Memberikan pesan yang mendalam tentang makna cinta dan kepolosannya yang terdapat pada anak kecil, serta bagaimana wujudnya pada dunia orang dewasa. Cinta yang primitif kalau kata penulisnya.

Di Balik Jendela
Menurut gue ini bisa disebut sebagai bab yang mengajarkan kita untuk memasang deadline dalam berduka karena cinta. Patah hati boleh, tapi nggak boleh lama-lama. Seperti Raditya Dika yang memutuskan untuk melupakan mantannya sesaat setelah ia turun dari bis.

Venus
Bab ini lebih pada menceritakan betapa ngenesnya ditolak cinta karena perbedaan strata. Tapi pelajarannya adalah bagaimana tentang cara berlapang dada, menerima kenyataan bahwa orang yang kita suka itu sah-sah aja nggak suka balik sama kita.

Kantong Ajaib
Ini juga adalah bab yang paling gue sukai. Quote penutupnya jleb abis dan jujur aja sempat membuat gue memikirkan hubungan gue dengan seseorang yang sekarang lagi chat haha hihi sama gue, tapi untungnya bab ini nggak sampai membuat gue mengambil keputusan yang sama seperti Cyn.

Di saat ini, gue menyadari, mungkin Cyn butuh Doraemon, untuk membantu Cyn membentuk cowok yang dia mau, lengkap dengan kacamata frameless dan jaket yang selalu cowok itu pakai. Di saat ini, gue juga menyadari, mungkin gue butuh Doraemon, untuk mencoba mengerti kenapa orang tidak bisa mencintai seseorang for what he is, not for what he should be.
Bab Satu sampai Seratus  juga masuk jajaran favorit karena sukses bikin gue ngakak dengan kebegoan di dalamnya, plus bab Banana juga. Jujur gue penasaran sama si Abu yang hiperaktif itu. Penasaran gimana bandelnya dia dan swear dia berasa imut banget waktu mohon ke Dika buat nggak ngaduin ke nyokapnya masalah barang yang dia pecahin. 

Cinta Kucing adalah satu-satunya bab yang bikin gue bersedih. Pada bab ini gue mendapat pelajaran bahwa bagaimana penampilan bisa mempengaruhi kasih sayang yang diberikan. Gue sedih waktu Pupus dibuang. Keinget kucing sepupu gue namanya Sinchi yang pinter banget, kucing atasan gue namanya Valak yang iseng banget dan si Cemong, kucing pacar gue yang gendut, bulet dan nggak bisa langsing. Sungguh bang Dika tega buang Pupus hanya karena tergoda oleh kepersiaan Neko.

Secara keseluruhan bukunya seru walaupun pada beberapa bagian gue temukan typo. Juga pada bab X + Mak Comblang = Y, penggunaan kata gue tiba-tiba jadi gua lalu jadi gue lagi. Emang sih artinya sama, lagian ga beda jauh tapi berasa kurang enak aja bacanya kalo penyebutan diri sendiri berubah gitu padahal orangnya sama.

Sabtu, 26 November 2016

,
Judul Buku: Pulang
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika Penerbit
Editor: Triana Rahmawati
Terbit: 2015
Kategori: Novel/Penunjang Kepustakaan Umum
ISBN: 9786020822129
Rating: 4/5

"Aku tahu sekarang lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya."

Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memluk erat semua kebencian dan rasa sakit.

"Selalu ada hal baru yang bisa direnungi dan dipahami dari novel-novel Tere Liye." - Pulin Sri Lestari, ibu rumah tangga
"Saat ini kita cenderung tidak lagi peduli pada banyak hal, namun novel-novel Tere Liye membantu kita untuk melihat lebih dalam dan peduli." - Tiara, guru/dosen
"Kayak buku pelajaran, tapi seru. Mamah kamu nggak akan ngamuk kalau kamu baca novel-novel Tere Liye." - Khoerun Nisa, siswi SMA
"Membaca novel-novel Tere Liye seperti pulang ke rumah. Berapa jauh pun kaki melangkah, selalu ingin kembali." - Evi, buruh migran Indonesia 
****

Bujang baru berumur lima belas tahun ketika rombongan Tauke Muda, teman Bapaknya berkunjung ke Bukit Barisan, desa tempat Bujag tinggal. Kunjungan itu bertujuan untuk memburu babi-babi hutan yang kerap menjarah hasil pertanina masyarakat Bukit Barisan. Babi-babi itu meresahkan, jumlahnya ratusan. Tauke Besar adalah teman Bapak Bujang saat Bapaknya masih muda dan bekerja di kota dulu, beliau datang bersama anak buahnya dan bersama beberapa warga lainnya mereka hendak bertolak ke hutan. Melihat tubuh tinggi tegap Bujang yang baru berusia lima belas tahun, Tauke Muda mengajak Bujang turut serta. Mamak yang begitu penyayang tidak mengizinkan, tapi karena paksaaan Bapak dan Bujang juga memang ingin ikut, akhirnya Mamak merelakan denga pesan agar Bujang tidak boleh ikut berburu babi. Ia hanya boleh menonton.

Sesampainya di hutan, mereka langsung membagi kelompok untuk mencari babi-babi tersebut. Dan ternyata sangatlah mudah, babi-babi itu tunduk di bawah senjata Tauke Muda dan tombak para anggota pemburu. Bujang hanya menonton adegan berburu itu karena teringat pesan Mamak. Namun tak disangka, keadaan berbalik. Kemunculan babi-babi sebesar sapi membuat para pemburu kelimpungan bahkan ada yang sampai tewas. Bujang yang tidak tahan akhirnya ikut serta dalam pertempuran.

Mereka menang! Bujang menang atas babi yang bahkan lebih besar dari tubuhnya. Tauke Muda amatlah bangga, Bapak juga. Namun Mamak tidak. Mamak menangis melihat Bujang terluka di begitu banyak bagian tubuhnya, dan lebih menangis lagi saat Tauke Muda meminta Bujang untuk ikut dengannya. Bujang sudah lima belas tahun dan tidak pernah kenal bangku sekolah, Tauke Muda akan berikan itu dan juga akan melatih Bujang supaya bisa sekuat Bapaknya dulu ketika masih muda. Mamak tidak rela. Bujang adalah putra satu-satunya, namun lagi-lagi karena Bapak yang memaksa dan Bujang yang memang ingin ikut Tauke Muda, Mamak pun kembali merelakannya.

****

Kalau ditanya karya siapa yang ingin saya baca semuanya, jawabannya mungkin akan jatuh ke nama Tere Liye. Sudah sejak lama saya mengagumi penulis yang serba bisa ini. Berbagai genre dan variasi tema cerita yang beragam membuat saya tidak pernah bosan membaca novel-novelnya. Begitu pula dengan novel Pulang ini. Sebagaimana yang kita tahu, kata pulang selalu memiliki makna yang mendalam dan sudah sejak membaca judulnya saya penasaran buku ini akan menggiring saya ke cerita kepulangan yang seperti apa.

Kehidupan para bandit atau dalam istilahnya shadow economy adalah tema yang diangkat dalam buku ini lewat kehidupan tokoh-tokohnya terutama Bujang. Bujang adalah Bintang novel ini. Tere Liye kembali menghadirkan karakter yang kuat dan penuh semangat, serta berkemauan keras dari tokoh Bujang. Kalau saya perhatikan, tokoh-tokoh dalam novel Tere Liye memang selalu tampil sebagai sosok manusia yang tak mudah menyerah bahkan dalam hal amarah.

Diisi petualangan dan adegan action membuat ceritanya selalu bikin deg-degan. Alur maju mundur yang ada juga sangat menarik. Karena penempaan tokoh utama sudah terjadi sejak ia masih berusia lma belas tahun. Konflik keluarga dan konflik kekuasaan serta ambisi adalah emosi yang banyak mengisi beberapa cerita penting dalam buku ini. Beberapa hal juga melibatkan harga diri dan dendam tak berkesudahan. Hal-hal kecil yang banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski beberapa adegan mengingatkan saya pada film mafia HongKong, buku ini memiliki warna tersendiri dan sangat asyik untuk diikuti. Banyak pesan moral yang bertebaran di dalam dan yang paling ditekan adalah patuh pada perintah dan pesan orangtua sebagai yang diserahkan amanah terhadap kita, keluarga, cita-cita, persahabatan, pentingnya belajar dan meuntut ilmu, kesetiaan dan pengorbanan. Novelnya quoteable sekali. Yang menjadi pertanyaan adalah tentang keberadaan para pelaku shadow economy, latar belakang para tokoh yang diangkat dalam buku ini. Apakah keberadaan mereka benar-benar ada atau tidak? Saya tidak begitu mendalami isu-isu tabu dalam dunia ekonomi apalagi yang kelasnya dunia  mafia dan Yakuza. Pertanyaan ini semaki kuat dengan adanya percakapan antara sang tokoh dengan cameo yang disebut sebagai Calon Presiden Nomor 2. Beberapa waktu lalu Indonesia memang mengadakan PEMILU dengan Calon Presiden Nomor 1 yang merupakan mantan anggota militer, sebagaimana yang disebut dalam buku ini.

Selain itu tentang peristiwa Mei puluhan tahun silam. Penjelasan pada bagian ini seolah menunjukkan bahwa dalam gerakan Reformasi ada oknum tertentu yang memang sudah mengatur agar peristiwa itu meletus di kemudian hari. Pada titik ini, saya berusaha menarik batas antara fiksi dan fakta namun pada akhirnya saya justru kembali bertanya-tanya. Kemudian penjelasan tentang shadow economy saya rasa porsinya kurang banyak. Memang untuk bisa menjelaskan sesutu hingga ke akar-akarnya, minimal kita sudah harus mengalaminya lebih dulu, tapi saya rasa akan lebih menarik lagi jika hal-hal terkait ilmu pengetahuan dibuat sedikit lebih rinci.

Secara keseluruhan novelnya seru. Akan ada banyak pemahaman baru yang kita dapatkan setelah membacanya. Saya punya beberapa kutipan favorit di antaranya
"Mamak mengizinkanmu pergi. Tapi berjanjilah, kau hanya menonton di hutan sana, Nak. Kau tidak akan melakukan apa pun. Hanya menonton yang lain berburu."
Kutipan ini bagi saya adalah refleksi diri perempuan sebagai makhluk pencemas di antara semua makhluk yang ada di muka bumi.

"Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya."
"Sejatinya, dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha megalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja."
"Bersabarlah, maka gunung-gunung akan luruh dengan sendirinya, lautan akan kering. Biarkan waktu menghabisi semuanya."
,
Judul Buku: The Playlist
Penulis: Erlin Natawiria
Penerbit: GRASINDO
Penyunting: Septi Ws
Desainer Sampul: Tim Desainer Broccoli
Penata Isi: Tim Desainer Broccoli
Terbit: 2016
Kategori: Novel
ISBN: 9786023756728
Rating: 3/5

BLURB

Musik latar bukan sekadar aksesori bagi Winona.

Ketika food writer lain memusatkan perhatian pada rasa dan tampilan, Winona akan menajamkan telinganya untuk menilai pilihan lagu di sebuah tempat makan. Baginya, lantunan melodi memberi pengaruh besar terhadap suasana hati pengunjung. Semakin sesuai musik latar dengan hidangan, semakin tinggi penilaian yang akan Winona berikan.

Hingga kehidupan Winona berubah saat mengunjungi No. 46. Absennya musik latar dan kemisteriusaan Aries mengusik benak hingga hatinya. Jerat yang coba dia lepaskan justru menariknya semakin dekat dengan pria yang menyimpan duka dan sepi yang terasa familier baginya. Belum cukup disitu, Winona pun harus berhadapan dengan Ethan - pesona dari masa lalu yang mengisi hidupnya dengan kenangan-kenangan manis.

Di antara iringan musik latar dan hidangan-hidangan lezat, Winona harus memilih: menghadapi rasa takut yang terus dia hindari atau kembali ke tempat ternyaman yang melengahkan?

ULASAN

Bekerja sebagai food writer adalah hal yang menyenangkan bagi Winona, meski itu tak menutup fakta bahwa ia terkadang rindu dengan pekerjaan lamanya, jurnalis musik. Dalam melakukan review terhadap beberapa restoran, Winona selalu memberikan penilaian objektif, apalagi jika restoran tersebut memiliki playlist yang menurut Winona sesuai tema, konsep dan makanan yang dihidangkan disana. Namun, suatu hari penilaian objektif itu goyah. Winona menemui jalan buntu. Menggunakan playlist sebagai nilai tambah adalah sesuatu yang membuat review Winona berbeda dan menarik. Namun, suatu hari ia dihadapkan pada restoran yang tidak memiliki playlist. Tidak ada musik atau lagu-lagu indah pengiring disana. Dan menurut pengamatan Winona, itu karena Aries yang tidak suka musik.

Di samping itu, Winona juga harus kembali dihadapkan dengan Ethan, mantan kekasih yang masih ia cintai. Ethan ingin berteman meski mereka sudah berpisah, namun bagi Winona tak ada yang namanya pertemanan antara dua orang mantan. Pendapat yang kemudian terpatahkan karena tanpa diduga, review restoran Aries yang tak memiliki playlist justru membuat Winona kembali berhubungan dengan Ethan. Ethan adalah sosok laki-laki yang sangat lekat dengan musik, bahkan pertemuan dan hubungan lamanya dengan Winona dimulai dari sana, sementara Aries adalah pria yang terkesan sama sekali tidak punya minat bahkan mungkin membenci musik. 

Pertemua-pertemuan secara tidak sengaja antara Aries dan Winona juga tak disangka membuat keduanya dekat? Kedekatan yang pada akhirnya menguak rahasia besar yang secara tidak langsung membuat Winona teribat di dalamnya.

****

Cerita roman ringan yang menghibur dan dapat dibaca kapan saja adalah kalimat yang cocok menggambarkan keseluruhan isi buku ini. Konflik yang terjadi di dalamnya tergolong tidak begitu rumit menurut saya pribadi, namun yang lebih mendominasi adalah segi kulinernya. Sepanjang membaca saya menanti-nanti dan bertanya-tanya tentang konflik uama dalama buku ini. Terkesan penuh misteri namun tidak, saya rasa konfliknya memang sengaja disembunyikan atau ditampilkan menjelang beberapa bab terakhir cerita. Kisah romantis antara Ethan dan Winona di masa lalu juga sering dibahas dalam bentuk flashback. 

Sebenarnya yang menarik dari buku ini bukan konfliknya tapi bagaimana pekerjaan Winona sebagai food writer mempertemukannya dengan laki-laki asing yang di kemudian hari jadi banyak berurusan dengannya, juga bagaimana pekerjaannya membuat ia bisa menyelesaikan masalah pribadinya dengan orang-orang di masa lalunya. Kemudian, karena buku ini memang membahas tentang kuliner, beberapa tempat makan atau mungkin semua yang dibahas benar adanya di Bandung membuatnya jadi menarik. Pembahasan tentang musik sebagai unsur penting dari cerita juga cukup bagus walau memang yang lebih mendominasi tetaplah kulinernya.

Senin, 21 November 2016

,
Judul: W
Judul Lain:더블유
Jadwal Tayang: 20 Juli 2016 s/d 8 September 2016
Waktu: Rabu-Kamis, Pukul 22 (KST)
Genre: Drama, Romance, Comedy
Jumlah Episode: 16
Stasiun TV: MBC
Sutradara: Jung Dae Yoon
Penulis Naskah: Song Jae Jung
Bahasa: Korea
Negara: Korea Selatan
Pemain:

Lee Jeong Sook as Kang Chul

Han Hyo Joo as Oh Yeon Joo

Jeong Eu Gene as Yeon So Hee

Lee Tae Hwan as Seo Do Yoon

SINOPSIS

Oh Yeon Joo adalah seorang dokter bedah yang Ayahnya adalah penulis buku komikterkenal. Suatu hari, ayahnya menghilang dan ia bergegas ke studio untuk mencarinya. Namun, sesampainya disana, alih-alih menemukan Ayahnya Yeon Joo justru menemukan pria aneh bermandikan darah. Dia diculik oleh pria tersebut dan dibawa ke dimensi yang berbeda dengan dunianya.

ULASAN 


Sudah jadi rahasia umum bahwa Korea Selatan adalah salah satu negara yang produk-produknya sangat digilai masyarakat Indonesia. Jika Jepang menang oleh manga dan animenya, maka Korea Selatan seperti sudah menjadi pelopor drama di Indonesia. Drama Korea yang hadir dengan variasi cerita unik dan tak biasa adalah hal yang menurut saya pribadi membuat penonton Indonesia betah memandangi wajah-wajah tampan dan cantik para aktor dan aktrisnya. Yah fisik yang menarik memang menjual di dunia hiburan tapi kalau sudah urusan dengan seni peran, cerita dan akting yang memuaskan juga bisa menjadi patokan.

Seperti para fangirl di luar sana, saya juga adalah salah satu wanita yang menggemari Lee Jeong Sook. Kemunculannya dalam serial drama I Can Hear Your Voice dan Doctor Stranger sudah berhasil memukau saya. Alhasil begitu tahu kalau do'i punya drama baru, seperti orang kesurupan saya langsung mengunjungi beberapa web penyedia jasa download agar bisa menikmati perannya dalam drama W-Two World ini.

Dari segi ide cerita, drama ini memberikan wajah yang unik. Meski sekilas mengingatkan saya pada salah satu drama jebolan tVN berjudul Signal yang memberikan cerita perjalanan lintas waktu, drama W-Two Wolrld menyajikan cerita perjalanan lintas dimensi.

Diceritakan bahwa seseorang bernama Kang Chul, anak berbakat yang berhasil memberikan medali dan mengharumkan Korea Selatan dalam atlet tembak suatu hari didera musibah dan skandal yang secara cepat menurunkan derajatnya hingga ke titik terendah. Ayah, Ibu beserta dua Adiknya ditemukan tewas di kediaman keluarga mereka oleh pistol yang pelurunya menembus kepala anggota keluarga Kang Chul. Beruntung bernasib baik, saat itu Kang Chul sedang tidak ada di rumah sehingga ia juga tidak menjadi korban keganasan pistol yang setelah diusut adalah salah satu pistol yang digunakan saat olimpiade tembak (saya nggak tahu namanya apa haha) berlangsung dan memberikan kemenagan bagi Kang Chul. Oleh karena sidik jari miliknya, Kang Chul dituduh sebagai tersangka utama kasus ini. Namun, setelah tujuh tahun berlalu dan kematian keluarga Kang itu tidak dapat dibuktikan dilakukan oleh anak tertua mereka sendiri, Kang Chul bebas dan kembali hadir dengan kesuksesan yang tidak disangka-sangka. Ia membeli sebuah statsiun TV dan memberi nama W atau Double You yang berarti Who and Why. Tujuanya satu: mencari tahu pembunuh sebenarnya keluarga Kang Chul. Namun sayang, bertahun-tahun berlalu, mereka justru memecahkan kasus yang tak ada kaitannya dengan pembunuhan keluarganya.

Di sisi lain, Oh Yeon Jeo seorang dokter residen bedah jantung di salah satu Rumah Sakit di Korea Selatan dikabarkan oleh menghilangnya sang Ayah. Juru gambar Oh Seong Moo menghubunginya dan mengabarkan bahwa laki-laki paruh baya itu tida-tiba raib dari ruang gambarnya. Oh Seong Moo adalah seorang mangaka atau penulis Webtoon yang berkat ide cemerlangnya berhasil meraih kesuskesan sebagai salah satu penulis yang banyak digemari. Siapa yang menyangka bahwa menghilangnya Sang Ayah justru menggiring Oh Yeon Joo pada kasus pembunuhan di dunia yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, Webtoon. Oh Yeon Joo terseret ke dunia dimana Kang Chul berada.

Jujur saja, saya tidak berkepektasi bahwa di episode pertama akan diberikan kejutan yang menegangkan. Terseretnya Oh Yeon Joo ke dunia fiksi adalah hal yang mustahil dan tidak terpikirkan sebelumnya. Beberapa cuplikan tentag W yang saya temukan di Instagram juga hanya menampilkan adegan romantis, tapi ternyata pada dasarnya drama ini lebih mengedepankan genre thriller yang terdapat dalam cerita Kang Chul. Kehadiran Oh Yeon Joo disana secara perlahan telah merusak dan mengganggu alu cerita (menurut para pembaca dalam drama) namun menurut saya sebagai penonton adalah hal yang seru untuk dinikmati. Ide agar bagaimana Oh Yeon Joo bisa kembali ke dunia nyata, duia sebagaimana dirinya berada juga menarik. Menggunakan trik kepenulisan untuk cerita bersambung; mengedepankan perubahan perasaan pada tokoh utama dan membuat pembaca gemas karenanya.

Awal-awal episode, kata bersambung hampir selalu diakhiri oleh interaksi dan tindakan mengejutkan dari Oh Yeon Joo yang memang benar-benar ingin kembali ke dunia nyata, namun secara perlahan namun pasti hal itu berubah sesuai porsi dan kebutuhan cerita. Tokoh dalam webton yang ternyata sama hidupnya dengan manusia membuat tindakan tak terduga, menuntut kehidupan yang bahagia atas kenyataan pahit hidup dan pertanyaan yang tak terjawab. Pertanyaan tentang apa yang sebenarnya menimpa mereka disebabkan oleh writer block yang dialami sang mangaka. Menurut saya pribadi apa yang terjadi pada tokoh dalam W semata-mata disebabkan oleh Oh Seong Moo yang tidak lagi bisa menuliskan cerita yang realistis untuk menjawab kehidupa para tokoh buatannya sehingga mereka memutuskan untuk mencari tahu sendiri. W jadi tak terkendali dan ceritanya berjalan tidak lagi sesuai dengan yang sang mangaka inginkan.

Pada beberapa episode saya sempat dibuat jengkel oleh adegan-adegan yang menyebalkan dan membuat saya kurang merasa puas, wajar saja saya mungkin menginginkan cerita dalam drama ini berjalan sesuai keinginan saya tapi tidak bisa. Kalau kata orang mau cari romance dan media baper-baperan ya nonton drama Korea aja. Karena disuguhi kisah romansa Kang Chul dan Oh Yeon Joo, saya jadi ketagihan untuk terus menikmatinya. Tidak peduli itu membuat ide cerita bergeser dan berjalan tidak pada outline-nya. Namun, di akhir cerita seperti para pembaca webtoon yang paham bahwa itu adalah akhir yang paling realistis dari semua opsi yang ada, saya juga merasakan bahwa apa yang dialami para tokoh dalam drama adalah jalan realistis dari cerita yang sama sekali tidak realistis ☺☀☀

Diselingi petualangan yang menegangkan W juga menghadirkan kisah cinta yang manis dan membaperkan (?)