![]() |
Sumber Gambar |
“Maaf…maaf.”Ucapnya sambil menunduk.Malu
jika orang itu melihat wajahnya.
“Khilya?!” ucap orang itu kaget.
Ya Tuhan!!! “Kak Awan?!” Desisnya
perlahan
5 tahun yang lalu…
“Oke.Sekarang kita mulai ya pengakuannya.Dimulai dari Permata.”Ucap seorang gadis sambil menunjuk salah seorang temannya. Saat ini, di sebuah kamar asrama salah satu SMA swasta di Manado, berkumpul delapam orang gadis – Khilya, Permata, Ceria, Dilah, Mega, Lia, Fidi dan Vira. Mereka duduk melingkar saling berhadapan untuk membicarakan sesuatu.Bukan membicarakan.Tepatnya mengakui sesuatu. Mereka sepakat, bahwa malam ini di kamar 21 asrama putri mereka akan mengakui rahasia yang selama ini mereka simpan sendiri.
“Oke.Sekarang kita mulai ya pengakuannya.Dimulai dari Permata.”Ucap seorang gadis sambil menunjuk salah seorang temannya. Saat ini, di sebuah kamar asrama salah satu SMA swasta di Manado, berkumpul delapam orang gadis – Khilya, Permata, Ceria, Dilah, Mega, Lia, Fidi dan Vira. Mereka duduk melingkar saling berhadapan untuk membicarakan sesuatu.Bukan membicarakan.Tepatnya mengakui sesuatu. Mereka sepakat, bahwa malam ini di kamar 21 asrama putri mereka akan mengakui rahasia yang selama ini mereka simpan sendiri.
“Gue suka sama Kak Fandi!” Aku permata,
gadis yang tadi ditunjuk dengan santai dan penuh percaya diri.
“Yeee….itu mah anak-anak juga pada tau,
kaliiiiii…” Sungut Octa, gadis yang duduk tak jauh darinya. “Yang lain yang
lain!” Perintah mereka bersamaan.
“Rahasia gue itu doang.” Elak Permata.
“Yah nggak seru lo!! Eh tapi kan setau
gue Kak Fandi itu pacaran sama Kak Winta, Ta.” Timpal Dilah.
“Iye tau.Makanya gue patah
hati.”Komentar Permata sambil memajukan bibirnya beberapa senti.Manyun.
HAHAHAHA…seketika tawa mereka
pecah.“Udah ah lanjut. Fidi! Giliran elo!” Perintah Mega
“Gue…gue masih sayang sama Arya.” Aku
Fidi malu-malu.
“HAH?? Trus Ari mau lo kemanain?” Tanya
Vira.
“Nah itu dia masalahnya. Gue juga sayang
sama Ari.” Jawab Fidi tanpa rasa bersalah.
HUUUU…
Satu persatu mereka mulai mengungkapkan
rahasia mereka masing-masing.Tinggal satu orang lagi yang belum.Khilya. Khilya
Andini Kolintama. Gadis cantik yang saat ini menjabat sebagai Ketua OSIS di
sekolah mereka.“Iyak.Kok bengong?!Giliran lo sekarang!” Perintah Lia.
“Hmmm…tapi lo semua jangan ketawa,
ya.Dan janji nggak bakal bilang siapa-siapa.”
“Jiah..elo mah nggak usah khawatir.
Tempat menyimpan rahasia paling aman itu kan tempat umum.” Jawab Vira sambil
tersenyum dan menaikkan alisnya – saling melempar kode bersama Mega.
“Udah.Jangan kebanyakan mikir.Buruan
kasih tau!!” Perintah Mega.
“Gue…gue..gue suka sama Kak Awan!” Aku
Khilya sambil menunduk malu.
WHATTTT??!!!“Sumvehh lo!!Kak Awan
anaknya Bu Rahmah? Yang sekarang lagi kuliah di Unsrat?! Jurusan Kimia, kan?! Yang
adeknya kecengan gue?!Yang keren banget itu?!Yang rambutnya gondrong?!Bukannya
elo nggak suka cowok gondrong?!Kok bisa?!”Berubi-tubi pertanyaan dan ekspresi
tak percaya terlontar dari mulut teman-temannya.Khilya hanya mampu menunduk
untuk menyembunyikan rona di wajahnya.Ia sangat malu. Ia yakin wajahnya sudah
sangat merah saat ini.
****
Fahri Kurniawan
“Hi…”
Khilya Andini
“Hi juga…”
“Khilya
apa kabar?”
“Baik.Kakak
sendiri?”
“Baik
juga.Kok belum tidur?”
“Belum
ngantuk Kak. He…he…he…”
Malam ini Khilya
kembali lagi dengan hobi barunya.Online Facebook sampai tengah malam.Sebenarnya
dengan alasan khusus.Agar bisa mengobrol dengan Kak Awan.Ya.Khilya memang
mengenal Awan dari dunia maya. Awalnya ia hanya tahu bahwa Awan adalah orang
yang setiap hari mengantar Bu Rahmah, guru PPKN-nya ke sekolah. Ia sendiri juga
baru tahu bahwa nama orang itu adalah Awan, saat teman-teman memberi tahu nama
lengkap laki-laki yang sering mengantar Bu Rahmah ke sekolah itu. Fahri
Kurniawan. Adik Fandi Setiawan, salah satu guru magang di sekolah mereka.
Perkenalan mereka
berawal dari ulang tahun Khilya yang ke enam belas yang jatuh tepat hari Senin,
27 Desember 2010.Khilya sengaja mengecek notifikasi Facebooknya untuk
mengetahui siapa saja yang memberinya ucapan selamat ulang tahun.Ada
banyak.Banyak sekali.Namun, satu ucapan yang benar-benar menarik perhatiannya.Ucapan
dari seorang laki-laki.Jika teman-temannya pada umumnya memberi ucapan selamat
lewat timeline, laki-laki itu memberi ucapan lewat inbox.Hal itu membuatnya
berpikir bahwa pesan itu adalah sesuatu yang spesial.
“Khilya, minggu besok
sibuk nggak?”
Waduh. Apaan nih.
Jangan bilang kalo dia mau ngajakin gue ketemuan.Batin gadis itu.
“Kayaknya enggak deh
Kak.”Balasnya cepat.
“Ketemuan yuk.”
HIYAAAA…. Hampir saja
Khilya berteriak saking senangnya. Namun niatnya itu diurungkannya mengingat
hal itu pasti akan membangunkan seluruh penghuni asrama.
“Boleh.”Balasnya
sambil tersenyum dengan wajah merona.Untung Awan tidak disitu.
“Oke.Di mall aja,
ya.Es teller 77.”
“Oke.”
“Bobo aja.Udah
malem.”Balas Awan perhatian membuat Khilya serasa melambung ke angkasa.
Oh Tuhan!? Mimpi apa
gue?!
****
“Ehem…ehem…” Ledek
Mega sambil tersenyum ke arah Khilya yang saat itu sedang memperhatikan
penampilannya di depan cermin.
“Kenapa lo, Ga?”Tanya
Khilya sambil memperbaiki letak kemejanya.
“Cieee…cieeee yang
mau ketemuan nih yeee…” Ledek Octa sambil tersenyum dan menaik-naikkan alisnya.
“Maksud lo?!”Tanya
Khilya bingung.Ia tidak memberi tahu siapa pun tentang hal ini. Ia hanya
mengatakan bahwa hari ini ia akan berkunjung dan menginap di rumah Omanya di
Winangun. Bagaimana mungkin mereka bisa tahu?!
“Kok lo
tauuuuuuu….??!!!” Teriak Khilya dengan wajah merah bak kepiting rebus.
“Noh.”Tunjuk Octa ke
arah Vira yang saat itu lempeng saja membaca komik. Baru saja Khilya ingin
meneriakinya…
“Salah lo sendiri!Siapa
suruh tengah malem cekikikan kayak kuntilanak. Gue intip, ternyata lo lagi
chattingansama tuh Kakak.”
“Dan lo ikutan baca
juga?!” tanya Khilya
“So pasti.”Ucap Vira
sambil mengacungkan jempol kanannya.Bangga.
“RESE!!”Teriak Khilya
sambil mengentakkan kaki kanannya dan keluar dari kamar. Sekilas ia masih bisa
mendengar suara tawa teman-temannya. Awas lo Ra. Gue bales!! Niatnya dalam
hati.
****
Es
Teler 77
Di sinilah
mereka.Awan dan Khilya.Pertemuan pertama sejak sekian lama hanya saling berkomunikasi
dan bertukar cerita lewat social media.Mereka membicarakan banyak hal.Sekolah
Khilya sampai kegaitan Awan di kampus. Ternyata sebentar lagi laki-laki itu
akan melaksanakan KKN di salah satu desa di daerah Minahasa. Khilya tak bisa
menahan rona merah di wajahnya.Hal itu mencetak senyum di bibir Awan.Laki-laki itu
tahu bahwa gadis di depannya ini sedang mati-matian menekan rasa malunya. Tapiia
menyukainya. Bahkan sejak pertama kali ia melihat gadis ini tiga tahun yang
lalu. Paras cantik gadis ini telah menyita perhatiannya. Hal itulah yang
membuatnya bertekad harus bisa mendekati gadis ini.Bahkan memilikinya.Khilya
sendiri cukup kaget saat Octa menceritakannya tempo hari.Octa tak sengaja
mendengar percakapan Awan bersama kakaknya Fandi di kantin sekolah.Awan memang
sering ke sekolah untuk mengantar ibunya. Octa mendengar Awan bercerita kepada
kakaknya bahwa ia sedang menaruh hati kepada salah seorang murid di sekolah
itu. Dan saat Fandi menanyakan siapa gadis itu, ia melihat Awan menunjuk ke
arah Khilya yang saat itu berada tak jauh dari mereka. Ia tidak menyangka sama
sekali. Selama ini Awan memperhatikannya. Ya ampuuunnn!!! Ia ingat saat ia
sering beberapa kali bertingkah gila di sekolah. Muka gue?!!Harus gue simpan
dimana?!!
Ah ya! Jika sudah sejak lama Awan
memperhatikannya, itu artinya ia juga tahu masalahnya dengan Rio mantan
pacarnya yang sempat mengehebohkan penghuni sekolah bahkan guru-guru. Khilya
bodoh. Bagaimana bisa ia tidak pernah sadar?!!
“Hmmm…
Khilya..”Panggil Awan gugup.
“Ya?” Tanya Khilya
sama gugupnya. Ada apaan nih?!
“Sebenernya aku udah
tertarik sama kamu dari tahun pertama kamu masuk di sekolah.”Ungkap Awan
hati-hati.Wajahnya benar-benar sudah merah.Malu.Khilya yang kaget mendengar
perngakuan Awan hanya bisa tersenyum kikuk sambil memainkan jari-jarinya.
Sumpeh lo suka sama gue!! Gue jugaaaaa…. Jeritnya dalam hati.Melihat itu Awan
hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.Jiah.Dia Cuma senyum.
Suasana tiba-tiba
menjadi canggung. Khilya yang sedang berpikir keras bagaimana cara ia
menjawabnya hanya bisa terus menundukkan kepala.
“Khilya izinnya
sampai jam berapa?”
“Khilya izin pulang,
Kak.”Jawab gadis itu.
“Oh. Jadi malam ini
nggak pulang ke asrama?”
“Iya.Pulang ke rumah
Oma di Winangun.”
“Aku anter?”Tanya
Awan sambil tersenyum.
“Nggak usah
Kak.”Tolak Khilya tak enak. Sebenarnya ia ingin sekali diantar pulang Awan,
tapi entah kenapa mulut bodohnya malah menolak tawaran itu.
“Nggak papa.Nggak
baik cewek pulang sendiri.Udah malem. Yuk!” Awan tersenyum sambil beranjak dari
duduknya menuju parkiran mendahului Khilya.Akhirnya Khilya pulang diantar Awan
setelah sebelumnya mereka saling bertukar nomor ponsel.Sebenarnya di asrama
dilarang menggunakan ponsel pribadi.Itu adalah salah satu pelanggaran yang
tidak bisa ditolerir.Kalau ketahuan, bisa disita dan baru dikembalikan setelah
lulus.Khilya memang tinggal di asrama sekolah.Tapi Khilya cuek saja.Selama
nggak ketahuan, ya nggak papa.
****
Dua minggu setelah
pertemuan mereka…
Drrt…drrtt…. Getar
ponsel yang sengaja disisipkan Khilya di pinggir tempat tidurnya di asrama
membuyarkan keseriusannya yang saat itu sedang asyik dengan film India di
laptopnya. One Message Received…
From: ^_^
Iyak bsk sore sibuk?
Pesan dari Awan.Awan
sudah mulai memanggil Khilya dengan sapaan Iyak – sapaan akrabnya di
sekolah.Sebenarnya itu bukan sapaan akrab Iyak.Orang tua dan kerabatnya bisa
memanggilnya dengan Khilya saja. Tapi entah mengapa sejak ia menginjak SMA,
teman-teman seangkatannya terbiasa memanggilnya dengan sebutan Iyak.
Cepat-cepat Khilya
membalas pesan Awan itu dengan senyum yang tercetak di bibirnya.
Enggak Kak. Knp?
Drrt…drrrtt…
Balasan dari Awan
Jalan yuk!!
Ke mana?Balas Khilya
cepat dengan wajah merona.Ajakan kencan?!
Liat besok aja. Mudah2an gk
ujan J
****
Ternyata Awan
membawanya ke salah satu pantai yang terletak tak jauh dari pinggir kota. Ia
sangat bersyukur dan berterima kasih. Ia tidak tahu apakah Awan memang tahu
atau memang memiliki hobi yang sama dengannya. Menatap kemegahan Sang Surya
saat senja menjemputnya.Langit barat benar-benar berwarna jingga sekarang.Laut
yang tadinya biru, kini tampak berwarna hitam.Saatnya beristirahat untuk Si
Raja Siang.Mereka menikmati fenomena alam itu dalam diam.
Terima kasih….Bisik
Khilya dalam hati.
****
“Kakak
dateng waktu itu?”Tanya Khilya hati-hati.Hari ini mereka kembali disini. Es
Teler 77. Duduk berhadapan tanpa ada niat untuk menyentuh pesanan
masing-masing.Awan tersenyum kecut.Ia masih ingat hari itu…
Ia mengantar Khilya,
gadis yang diam-diam telah mencuri hatinya itu sampai ke ujung kompleks asrama.
Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaannya saat itu. Fandi pasti akan sangat
iri jika ia menceritakannya. Fandi memang tahu perasaannya kepada gadis ini.Ia
sengaja menceritakannya.
“Makasih Kak.” Ucap
Khilya sambil tersenyum kepadanya.Senyum yang sangat disukainya.
“Sama-sama.”Jawabnya
sambil balas tersenyum.“Aku pulang, ya.”Pamitnya sambil bersiap menancap gas
motornya.
“Iya.”Jawab gadis
itu. Belum sempat motornya melaju… “Kak…” Panggil Khilya tiba-tiba.
“Ya?”
Tanyanya
“Hmmm… tanggal 16
April 2011 aku tunggu Kakak di tempat pertama kali kita ketemu.”Ucap gadis itu
pelan.Awan hanya bisa tersenyum mendengar permintaan itu.Gadis ini sedang
membuat janji dengannya.
“Iya.Aku pasti
dateng!”
“Iya aku dateng.Tapi mungkin
aku telat.Soalnya aku lagi KKN kemaren.Aku tunggu kamu nggak
dateng-dateng.”Jawabnya sambil tersenyum.Pahit.Itulah ekspresi yang ditangkap
Khilya.“Mungkin kamu udah pulang waktu itu.”Sambungnya.
Jawaban Awan benar-benar
menohoknya.Ia tak menyangka. Ia benar-benar merasa bersalah. Dengan santainya
ia mengingkari janji yang ia buat dan menerima pernyataan cinta laki-laki lain.
16 April 2011 dua hari
sebelum UAN
“Iyak.Lo nggak
pergi?” Tanya Vira.
“Nggak.Nggak mau
gue.”Jawab Khilya dengan wajah kesal.
“Serius?Yakin?”Tanya
Vira lagi.Ia tahu, Vira hanya khawatir dengannya. Vira hanya tidak ingin ia
kecewa ataupun merasa bersalah.
“Yakin!”Jawabnya
pasti.Ia masih ingat dengan jelas cerita itu. Cerita yang didengarnya beberapa
hari yang lalu.Kak Awan jadian dengan seorang cewek. Hal itu sudah cukup
membuatnya kecewa meskipun ia tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Tapi
itu cukup dijadikannya sebagai alasan.
“Tapi elo yang bikin
janji, Yak.” Timpal Siska – salah satu teman sekamarnya selain Vira dan Wulan.
Hampir seluruh teman seangkatannya sudah tahu tentang hal ini. Begitu pula
janji yang ia buat. Ia tidak tahu bagaimana caranya sampai hal ini menyebar
dengan cepat di kalangan teman-temannya. Sepertinya mereka memang bercita-cita
menggantikan Feni Rose.
“Gue nggak peduli
lagi sama janji itu!” Tandas Khilya.
“Kalo dia dateng
gimana?Lagian belum tentu itu gossip bener.Siapa tahu aja boong. Lo nggak bakal
bisa tahu kebenarannya sebelum elo tanya langsung sama orangnya.” Jawab Siska.
“Dan lo yakin dia
bakal ngaku? Nggak Sis. Nggak ada maling yang mau ngaku. Gue tahu gue emang
nggak punya hak apa-apa disini untuk negalarng dia deket ataupun jadian sama
orang lain. Tapi justru itu, Kalo dia beneran jadian ama tuh cewek, gue nggak
bisa jamin kalo gue nggak berbalik buat benci dia. Gue udah terlanjur kecewa.
Tinggal nunggu waktu buat benci”
“Kalo dia
dateng?!”Wulan jadi ikut-ikutan berandai-andai.
“Nggak papa. Biarain
aja dia benci sama gue Begitu lebih baik. Lagian gue juga udah punya Arid.”
“Lo egois!!”Pada
akhirnya ia tetap tidak datang dan memenuhi janji itu.
Maaf. Hanya satu kata itu
yang mampu ia bisikkan dalam hati. Tidak berani mengungkapkannya.Takut dengan
reaksi Awan.Ia tahu laki-laki ini kecewa. Ia tahu laki-laki ini terluka. Ia
tahu laki-laki ini merasa dibohongi, dikhianati dan diberi harapan palsu. Ia
sangat tahu. Namun lagi-lagi ia harus bersikap egois. Demi menjaga hati
laki-laki ini, yang jujur sampai saat ini masih memiliki tempat istimewa di
salah satu sudut hatinya. Laki-laki ini…cinta pertamanya!!
“Iyak.Kamu ngapain
disini?!Aku telepon nggak diangkat.SMS nggak dibales.Pegel tau
nungguinnya!”Omel sebuah suara tiba-tiba dari arah kanan mereka.
“Maaf Rid tadi HP aku
disilent.” Kening laki-laki yang dipanggil Rid itu berkerut. Iyak?!HP disilent?!Nggak
biasanya.
“Siapa?”Tanyanya sambil
menatap Awan tajam.“Oh kenalin.Ini temen lama aku. Kak Awan.Kak kenalin ini
Arid.”Ucap Khilya sambil memperkenalkan Awan padanya.
“Awan.”Ucap pria itu.
“Arid… tunangannya Khilya.”
_END_
PS: FYI, ide cerita ini diadaptasi dari kisah nyata. Tepatnya kisah nyata anak SMA. Tokoh-tokoh yang ada semuanya ada di dunia nyata. Latar tempat, kota juga hampir keseluruhannya berdasarkan kenyataan. Sebenernya ini udah pernah terbit di salah satu majalah elektronik" KATAMAGZ FREEMAGZ' beberapa bulan lalu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar