PUTRI SEJATI

Senin, April 18, 2016

Siang itu panas sekali. Tini melompat turun dari bus yang ditumpanginya, berlari kencang, masuk rumah tanpa melepas alas kaki lantas dengan beringas membuka pintu kulkas. Ademnyaaaa…..

Beberapa menit kemudian, ia bergabung di meja makan di mana sudah ada Ibu, Mbak Tika dan Tina – adiknya yang masih duduk di bangku SMA yang menuggunya.

Makan siang hari itu berlangsung menyenangkan. Dengan bersemangat Tina menceritakan persiapan acara Habis Gelap Terbitlah Terang yang akan diselenggarakan sekolahnya minggu depan. “Sekolah jadi kelihatan lebih hidup dengan berbagai macam kesibukan. Temen-temen Tika sibuk nyiapin kebaya, belajar dan latihan buat lomba. Kakak-kakak OSIS juga pada sibuk nyiapin acara mulai dari ngirim undangan ke sekolah lain sampe nyiapin panggung buat pemilihan “Putri Sekolah”.

“Pemilihan Putri Sekolah? Kayak Putri Kampus atau Miss Indonesia gitu, ya?” Tanya Mbak Tika.
“Iya Mbak.” Jawab Tina. “Coba kalau Mbak Tini ikut pasti kepilih.”

 “Mbak Tini-mu ini sama sekali nggak cocok ikut ajang begituan. Pake high heel aja nggak bisa apalagi naik panggung. Isi kepalanya aja yang lumayan.” Mbak Tika berkomentar sekaligus menyindir.


Tini hanya berdehem pelan sambil mengeluarkan sebuah map dari ranselnya, “aku sih nggak apa-apa Mbak nggak naik panggung, dapat beasiswa S2 di Oxford aja udah berasa jadi Putri Sejati.”


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh