[Review] Ally - All These Lives (Nomaden Itu Tidak Mudah)

Minggu, September 18, 2016

"Hidupmu tidak akan mudah" adalah kalimat yang dikatakan Prof. Drone pada Alison Lancester untuk menyampaikan keprihatinannya akan situasi yang dialaminya. Meski sudah lama menekuri bidang fisika dan juga ikut mempopulerkan Many Worlds Interpretation Theory, Prof. Drone tidak bisa berbuat banyak selain memberi nasehat untuk menguatkan Ally untuk bisa bertahan dalam menjalani hidupnya.

Ally adalah wanita istimewa yang terlahir dengan kemampuan tak biasa. Makan beling tanpa mendapat luka gores atau sayatan sama sekali adalah keistimewaan yang menakutkan tapi juga bisa membuat berdecak kagum di saat bersamaan. Tapi, lebih daripada itu, keistimewaan Ally adalah keistimewaan yang tak hanya merangkum decak kagum dan rasa takut tapi juga telah meciptakan perubahan bahkan kekacauan dalam hidupnya.

Teori parallel universe adalah suatu teori yang menyebutkan tentang kemungkinan akan adanya keberadaan dunia atau dimensi lain yang berjalan di saat yang bersamaan dengan realita yang kita jalani, dengan masing-masing kita di dalamnya, namun dengan cerita hidup yang berbeda. Dimensi ini akan semakin melebar dan memperbanyak konsistensinya bergantung pada alternatif-alternatif keputusan yang kita miliki dalam hidup. Dalam cerita Ally, kebenaran teori ini disebutkan telah dibuktikan namun tidak ada yang dapat menjelaskan atau memberi solusi bagi situasi yang Ally alami. Jika menurut teori parallel universe dunia memiliki banyak dimensi, maka Ally adalah wanita yang bisa melakukan perjalanan lintas dimensi.

Judul Buku: Ally - All These Lives
Penulis: Arleen A
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Editor: Dini Novita Sari
Desain Sampul: Iwan Mangopang
Terbit: Januari 2015
Tebal Buku: 264 hlmn; 20 cm
ISBN: 978-602-03-0884-5


Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?
Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya dalam kehidupa yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata "pulang" punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk "pulang?" Akankah ia kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?
Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentan arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya.

Cerita ini bermula saat Alison yang disapa Ally berusia sepuluh tahun. Saat itu, ia sedang memandang mamanya yang sedang memanggang kue cokelat kering. Tiba-tiba saja, sesuatu yang aneh terasa menggelitik di lengannya juga dahinya. Seakan ada semut yang melintas atau berjalan disana tapi ternyata tidak ada. Dan hal itu terjadi. Ally tak bisa lagi merasaka keberadaannya, ia merasa seolah ada tapi tidak ada, seolah gelap tapi ia juga tak dapat melihat apapun. Lima menit berikutnya, dunia kembali normal. Ia sudah kembali bisa merasakan kursi tempatnya duduk dan juga bisa melihat mamanya, tapi kini mamanya tidak lagi memanggang kue melainkan sedang memasak sup tomat. Ally bingung tapi tidak bertanya, namun hal yang membuat Ally heran adalah ia mendapai orang lain ada disana. Anak laki-laki berambut merah, Albert namanya dan itu adalah adiknya.

Waktu berlalu, tahun berjalan. Ally sudah duduk di bangku SMA. Lalu hal itu terulang lagi, sensasi menggelitik yang dinamai Ally sebagai Saat Ketidakberadaan hadir kembali dan apa yang terjadi kemudian sukses membuat Ally kebingungan. Bingung akan perubahan dalam hidupnya yang hanya terjadi dalam hitungan menit saja. Tiba-tiba saja Albert hilang dari hidupnya. 

Meski masih tidak percaya Ally tetap menjalani kehidupannya tanpa Albert yang amat disayanginya. Saat memasuki bangku kuliah, Ally mengambil satu mata kuliah hiburan sebagai pengisi waktu yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pendidikan yang ditempuhnya; astronomi. Ally tertarik dengan cara mengajar Profesornya yang menarik dan tidak membosankan. Namun, siapa sangka dari mata kuliah itulah Ally mendapatkan titik terang yang dapat membantu menjelaskan situasinya. Teori tentang Dunia Yang Banyak diperkenalkan oleh Prof. Fraknoi pada Ally. 

Demi memuaskan rasa ingin tahunya Ally pun menemui Prof. Fraknoi dan menurut beliau perjalanan lintas dimensi adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Prof. Fraknoi tak dapat membantu Ally, jadi Ally memutuskan untuk melakukan berbagai riset yang membawanya pada Prof. Drone. Sayangnya, sama seperti Prof. Fraknoi, Prof Drone tak dapat membantunya.

Alam-alam semesta yang paralel itu benar ada. Tidak ada keraguan tentang itu. Secara teori, hal itu sudah dibuktikan. Tapi memang tidak ada teori yang membuktikan bahwa perjalanan dari alam semesta dari satu ke yang lainnya itu mungkin. Bahkan secara teori, sudah dibuktikan bahwa itu tidak mungkin terjadi - hlmn. 41.
Hanya nasehat dan semangat untuk tetap menjalani dan menerima hidup yang dapat diberikannya. Nasehat yang juga terasa tidak membantu.

Kau memang tak berdaya. Helpless. Aku tidak tahu pasti. Teori fisika kuantum yang paling mutakhir pun belum dapat menjelaskan situasimu - hlmn 46. 
Situasi ini menyulitkan, situasi ini menyakitkan. Ally adalah korban keistimewaan. Tidak seperti manusia lain yang juga memiliki keistimewaan, Ally tak dapat mengendalikan Saat Ketidakberadaannya. Ia hanya bisa menerima, pasrah apabila dipindahkan ke dimensi lain kapan saja. Kedatangan dan kepergian Albert dari hidupnya adalah pertanda bahwa Ally bisa kehilangan orang yang dicintainya kapan saja. Bagaimana Ally akan menjalani hidupnya? Berhasilkah ia menemukan solusi atas situasinya? Bagaimana cara Ally menghadapi kehilangan-kehilangan yang harus ia alami secara tiba-tiba? Bagaimana Ally menghadapi perpindahan-perpindahan yang bisa saja membuat ia menjadi orang asing dalam kehidupannya sendiri?

****

Recommended adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkan novel ini. Plot yang menarik dan cerita yang tidak biasa menjadikan novel Ally masuk dalam daftar yang menggabungkan sains dan fiksi yang keren. Ini adalah buku pertama dari Arleen A yang saya baca dan saya sukses dibuat jatuh cinta pada bab pertama. Gaya penulisannya yang padat namun ringan membuat novel ini selalu mengundang rasa penasaran pada setiap menjelang akhir bab-nya. Meski hanya terdiri dari 264 halaman, novel ini terdiri dari lima puluh bab yang membuat saya selalu tidak sabar untuk pindah ke bab selanjutnya.

Ditulis dengan POV orang pertama tunggal dalam hal ini Ally membuat novel ini mampu menyedot perasaan dan juga pikiran pembaca secara total ke dalamnya. Bagaimana tokoh utama menjalani hidupnya yang penuh kejutan namun tak selalu manis dan menyenangkan, bagaimana bila seandainya saya yang berada pada posisi Ally, mampukah Ally bertahan hingga akhir cerita dan yang paling penting dari itu adalah bagaimana endingnya. Membaca novel ini membuat saya tidak sabar untuk cepat cepat sampai pada halama terakhir.

Saya ingin mengucapkan terima kasih pada penulis Arleen A dan juga Mbak Atria Sartika karena telah bersedia memberikan buku ini secara cuma-cuma, terima kasih juga karena sudah ditandatangai. Sejak awal, saya memang penasaran dengan buku ini. Tapi rasa penasaran itu terbentuk karena saya mendapat bocoran tentang 'perjalanan lintas dimensi' tokoh utama. Meski pada blurb diceritakan bahwa novel ini adalah kisah yang bisa dibilang membuat frustrasi tokoh utama, ekspektasi saya adalah saya akan disuguhkan cerita romantis west series yang penuh petualangan seru dan menyenangkan. Well, dalam hidup tidak semuanya berjalan mulus jadi saya pikir meski harus berjuang tokoh utama tetap dapat menjalani kehidupannya secara normal. Tapi ternyata, petualangan Ally adalah petualangan yang banyak membuatnya jatuh dalam rasa sakit dan kebingungan.

Krisis identitas dan eksistensi diri adalah apa yang sesungguhnya dialami Ally. Pertanyaan-pertanyaan tentang hidup dan makna keberadaannya selalu muncul dan berkelabat dalam pikirannya. Pertanyaan ini tidak hanya akan Ally tanyakan tapi juga saya tanyakan pada diri saya sendiri. Dimensi lain dalam novel ini membuat saya berpikir tentang keberadaan diri saya yang lainnya dan mengira-ngira jika memang benar ada, maka apa yang sedang mereka lakukan sekarang ini dan bagaimana kehidupan mereka. Ally memberikan dampak pada pikiran dan cara pandang saya.

Kehilangan yang dialami Ally karena perpindahan yang dirinya lakukan karena ketidakberdayaan bagi saya pribadi mengandung pesan bahwa hidup kita yang sedang kita jalani dan mungkin banggakan ini bukanlah sesuatu yang permanen. Hidup kita temporer, ada batas waktunya dan akan datang masanya dimana kita akan direnggut atau orang-orang yang kita sayangi akan direnggut dari hidup kita ini. Maka, menghargai setiap detik dan waktu yang berjalan adalah hal yang tepat untuk kita lakukan. 

Kemudian perpindahan Ally dari satu dimensi ke dimensi lainnya yang memberikan kehidupan sama namun berbeda adalah sebuah pernyataan bahwa kehidupan kita yang terbentuk oleh pilihan-pilihan yang telah kita ambil ataupun pilihan orang lain yang mempengaruhi hidup kita selalu diikuti oleh konsekuensi dengan masing-masing perbedaan akibat di masa depan. Namun, tak peduli pilihan mana yang kita ambil penerimaan dan pertanggungjawabanlah dua hal yang harus kita lakukan. Novel ini mengajarkan kita untuk berhenti berandai-andai karena hal itu hanya akan membuat kita selalu merasa tidak puas akan hidup, menuntut banyak hal meski kita tahu itu adalah hal yang mustahil, da membuat kita terus mencari kesempurnaan bahagia yang hanya akan memakan waktu kita seumut hidup. Tidak akan pernah ada habisnya.

Buku ini juga kembali mengingatkan saya pada perkataan bijak yang berbunyi "Do not judge the book by its cover." Dari segi sampul, bagi saya sampul Ally kurang Eye Catching meski gradasi warna yang ada sudah sangat menjelaskan perpindahan Ally dari satu dimensi ke dimensi lain. Tapi meski demikian, isi dari buku ini sangatlah keren! Karena selain menawarkan kisah fiksi, buku ini juga memberikan sedikit pengetahuan tentang dunia astronomi.



****/*****
Saya beri 4/5 lima bintang untuk buku ini.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh