Akagami no Shirayuki Hime - Snow White with The Red Hair

Sabtu, Desember 10, 2016

Judul: Akagami no Shirayuki Hime
Judul Lain: Snow White with The Red Hair
Sutradara: Masahiro Ando
Penulis: Deko Akao
Penggubah: Michiru Oshima
Produser: Bones, FUNimation Entertainment
Genre: Drama, Fantasy,Historical, Romance, Shoujou
Durasi: 23 menit per Episode
Episode: 12
Rating: 7.88

Shirayuki terlahir dengan keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Rambutnya yang indah dan cantik berwarna merah, sewarna apel. Hal yang membuatnya kerap menjadi perhatian, hal ini ternyata juga berlaku pada Raj, pangeran dari Tanbarun, negeri tempat Shirayuki tinggal. Ia mengiginkan Shirayuki sebagai selirnya, tentu saja bukan karena cinta melainkan terpikat pada rambutnya. Shirayuki yang tahu sepak terjang Pangeran Raj pun menolak. Ia meninggalkan Tanbarun bersama potongan rambut panjangnya untuk Sang Pangeran. Penghinaan ini membuat Raj berang lalu berusaha menemukan Shirayuki kembali. Dengan tipu muslihat, ia berniat meracuni Shirayuki dengan apel yang sialnya salah sasaran. Apel itu justru dimakan oleh Zen, pangeran kedua dari Clarines, negeri seberang.

Malu dengan tindakannya dan takut pada ancaman Zen, Raj akhirnya merelakan Shirayuki ikut rombongan pangeran itu pindah ke Clarines. Kedatangan Shirayuki tentu disambut baik dan fakta bahwa Clarines adalah negeri yang penuh dengan obat-obatan herbal membuat Shirayuki gembira. Ia bisa mewujudkan mimpinya menjadi apoteker disana. Dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimilikinya, akhirnya Shirayuki mampu menjadi anggota herbalis kastil dan tetap menjalin pertemanan yang erat dengan Zen. Hanya saja, kehidupan kastil dan istana yang besar dan megah memang selalu memilih keramahannya apalagi terhadap orang biasa. Dikenal sebagai pelarian dari Tanbarun, pangeran Izana ternyata tidak menyukai Shirayuki.

****

Anime ini menurut saya pribadi terinspirasi dari salah satu dongeng terkenal dan sudah akrab di telinga banyak orang. Keberadaan Shiryuki dengan rambut merahnya dan apel yang diracuni sudah sedikit banyak mewakili cerita Snow White. Namun memang, berbeda dengan si Putri Salju yang terkna racun apel sang penyihir, justru Zenlah yang menjadi korban.

Mengambil setting kerajaan, Akagami no Shirayuki Hime tidak begitu banyak dipenuhi adegan action. Hanya sebagian kecil saja, sebagian besar justru dipenuhi oleh kisah bagaimana Shirayuki memperjuangkan mimpinya sebagai apoteker. Namun, dalam perjalanannya, anime ini juga menghadirkan tokoh utama baru, Zen. Pangeran kedua yang tampak tak begitu disegani ini juga secara perlahan menjadi karakter utama yang membuat anime ini berjalan tidak begitu membosankan. Saya pribadi kurang begitu menikmati ceritanya karena terasa lamban, per episode memang selalu menghadirkan cerita dan pengalaman baru yang melibatkan Shirayuki dan Zen namun saya mendapatinya kurang seru dan greget.

Secara perlahan pula, anime ini berkembang menjadi anime roman yang manis. Meski tak secara gamblang, tingkah laku para tokoh sudah dapat menggambarkan kisah cinta yang porsinya tidak terlalu banyak. Menjelang epsiode terkahir syukurlah saya bisa cukup menikmati karena konflik yang muncul sudah lebih kentara walau memang mengarah pada konflik romansa. Saya rasa saya sudah bisa menebak apa yang akan disuguhkan season kedua dari anime ini dan berekspektasi bahwa yang kedua bisa lebih seru daripada yang pertama ini.

Untuk art, bagus banget. Saya suka sekali dengan penampakan karakternya, terkadang ada fan service juga, khusus buat fangirl tentu saja namun buat saya pribadi karakter memikat dalam anime ini bukan Zen melainkan Obi, pengawal pribadi yang ditugaskan untuk melindugi Shirayuki. Karismanya lebih bisa terpancar. Kemudian unsur komedi yang ada sedikit banyak menyelamatkan rasa jenuh saya yang bisa saja tiba-tiba datang. Anime ini bergenre drama namun tidak terlalu terasa, walau begiti terima kasih untuk episode penutupnya yang membuat saya pasti akan menonton Akagami no Shirayuko Hime 2.

Soundtrack-nya saya tidak begitu memperhatikan namun buat saya lagu-lagunya lumayan enak dan asyik untuk didengar di kala santai.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh