Aldnoah Zero

Jumat, Juli 01, 2016

“Let Justice be done, though the Heavens Fall.”

Pada tahun 1972, ditemukan sebuah gerbang untuk menuju Mars di permukaan bulan. Hal tersebut memicu perang antara manusia Bumi dan penduduk Mars. Perang yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran pada sebagian bulan. Lima belas tahun kemudian, Sebuah misi perdamaian dilakukan oleh Kerajaan Vers. Tuan Putri Asseylum bertindak sebagai perwakilan dari Mars memutuskan untuk mengunjungi Bumi. Akan tetapi, di luar dugaan, segalanya hancur berantakan. Sebuah penembakan terencana saat parade penyambutan kedatangan Puti Asseylum telah membuka kembali perang antara Bumi dan Mars.

“Harapan Tuan Putri Asseylum untuk perdamaian telah musnah atas aksi para orang Bumi! Kami pasukan kerajaan Vers akan menjatuhkan palu keadilan atas tindakan kejahatan yang dilakukan para manusia ini!"


Penyerangan pun dilakukan. Bumi tidak siap dan begitu saja terdesak! Kekuatan yang telah dirancang dan dilatih bertahun-tahun tidak bisa mengalahkan kekuatan serangan dari Mars. Hal ini kemudian memicu Inaho dan tema-temannya – yang notabene masih pelajar untuk ikut bertempur untuk mengalahkan kerajaan Vers.


“Ayo bertempur. Yuki dan yang lainnya telah berusaha. Sekarang giliran kita.”


Keinginan ini awalnya ditentang, meski telah lama dipersiapkan dalam pendidikan militer, mereka masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman dalam bertempur dan perang yang sebenarnya. Apalagi yang dilawan adalah manusia Mars yang memiliki kekuatan bagaikan Dewa. Akan tetapi, analisis Inaho sangatlah bagus dan dipastikan dia adalah chara favorit saya dalam anime ini.


Berkat Inaho dan teman-temannya, mereka berhasil menumbangkan salah satu Katapkhrat Mars. Sebuah Mujizat yang besar mengingat betapa Mars dirasa tidak akan mungkin dikalahkan. Tumbangnya salah satu kstaria Mars ternyata malah memicu hal yang lebih besar. Kaisar Vers dengan jelas mendekalarasikan perang terhadap Bumi. Kembali Inaho dan teman-temannya harus berjuang dan lagi-lagi, Mars sulit untuk dilawan.



“Aku hampir merasa kasihan pada kalian. Kalian ras rendahan yang tidak memiliki Aldnoah Drive. Meringkuk di hadapan kekuatanku dan bersujudlah di hadapanku... kemudian berputus asa lalu mati.”



Judul: Aldnoah Zero

Bahasa Jepang: アルドノア・ゼロ

Diproduksi oleh: A-1 Pictures, Anipelx, Aniplex of America,  Nitroplus, TROYCA

Tipe: TV Series

Genre: Achion, Mecha, Sci-Fi

Durasi: 23 menit per episode

Episode: 12

Tayang tahun: 2014




Secara alur, Aldnoah Zero terbilang cepat. Di episode pertama, konflik utama yang memicu perang dan penghancuran besar-besaran sudah muncul. Tergolong anime yang menuntut perhatian dan  fokus dari penonton untuk memahami maksud dan alur utama dari cerita. Anime ini cocok bagi yang tidak suka alur lambat dan terfokus pada konflik utama.

Art-nya juga sangat bagus dengan warna cerah dan enak untuk mata, desain karakternya pun sangat saya sukai. Pada umumnya, karakter anime atau pun manga Jepang memang selalu tampak mempesona dengan wajah yang lucu dan menggemaskan. Soundtracks pun juara! Untuk saya yang jarang memperhatikan soundtrack anime, lagu-lagu pada Aldnoah Zero sudah berhasil membuat saya mengalihkan perhatian. Penempatannya pun cakep. Pas! Momen-momen yang ada sangat terdukung. Bisa dibilang soundtracknya adalah bumbu penyedap yang akan membuat makanan terasa hambar jika itu tidak terpenuhi.

Pesan yang saya tangkap dari anime ini adalah perdamaian seharusnya senantiasa dijaga. Bukan hanya untuk sesama manusia, tetapi juga makhluk lainnya. Pada anime ini yang digunakan adalah manusia Mars, menunjukkan betapa kehidupan kita tidak hanya berporos pada lingkaran bumi saja melainkan lebih luas daripada itu. Oleh karenanya, kita diminta untuk selalu bijak dalam bertindak dan memutuskan sesuatu. Aldnoah Zero juga mengajarkan bahwa betapa tindakan gegabah terkadang akan merusak segalanya termasuk citra diri.

Selain perdamaian, anime ini juga mengajarkan apa yang disebut menjadi tangguh untuk menjalani hidup, tidak berputus asa dan harapan atas segala keajaiban. Kita harus kuat dan tegar, berjuang dalam segala keadaan. Kebersamaan pun penting untuk dihargai. Hal-hal tak terduga bisa saja terjadi (contohnya seperti penyerangan manusia Mars ini), yang dapat menghancurkan dan membuat kita terpaksa berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi. Oleh karena itu, waktu adalah suatu kesakralan yang harus kita pergunakan dengan baik.



You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh