[Review] Ogomadara Kanojo by Zephyr

Minggu, Agustus 14, 2016

Judul Buku: Ogomadara Kanojo
Penulis: Zephyr
Penyunting: Avifah Ve
Penyelaras Akhir: RN
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Endang
Tahun Terbit: 2016
Penerbit: PING
Tebal Buku: 200 hlmn; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-391-164-6

"Jika kau berhasil menemukan hoshizuna, keberuntungan akan segera datang kepadamu."

"Jadi, keberuntungan apa yang akan kau dapat setelah ini?"

Gadis itu berdiri kaku, merasa begitu bodoh karena merasa kesulitan menjawab pertanyaan sederhana itu. Tenggorokannya tercekat, jemarinya terkepal erat saat menyadari betapa selama ini hanya sedikit sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum. Matanya mengerjap, kenangannya seketika terbang bersama kepakan sayap ogomadara yang baru saja hinggap di bahunya.

"Kau suka ogomadara?"

Jantung sang gadis berdenyut begitu dalam saat pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari bibir pria di sampingnya --- pertanyaan yang bukan kali pertama ia dengar. Rekaman memori dalam benaknya seakan diputar kembali hingga membuatnya sedikit gemetar, karena yang ia lihat saat ini bukanlah ayahnya...

****

Suatu peristiwa menyedihkan yang menimpa keluarga Nakajima membuat tiga kakak beradik Nakajima Hayato, Nakajima Chouko, dan Nakajima Masaru memutuskan untuk meninggalkan Pulau Taketomi yang terletak di Perfektur Okinawa dan pindah ke kota Chiba. Kehilangan kedua orang tua yang amat dicintai meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati, terutama Hayato sebagai kakak tertua dan Chouko, satu-satunya putri keluarga Nakajima.

Kepindahan ketiganya ternyata juga bukan jalan mulus yang akhirnya membuat mereka melupakan rasa rindu terhadap Ayah dan Ibu, tapi justru sebaliknya hidup di kota dengan tabungan yang pas-pasan membuat Hayato harus berusaha keras mengandalkan Ijazah SMAnya untuk mendapatkan pekerjaan, membayar biaya hidup dan bertanggung jawab atas pendidikan Chouko dan Masaru.

Di hari ke-320, Chouko memulai masa SMAnya di Keiai Gakuen dengan kesan pertama yang cukup mengejutkan. Gadis itu, tidak seperti kebanyakan gadis-gadis Jepang lainnya yang doyan berdandan, memulai hari pertamanya dengan penampilan yang biasa-biasa saja. Terang saja Chouko bukan berasal dari keluarga kaya atau keluarga berkecukupan yang bisa dengan semaunya menggunakan uang demi aksesoris lucu dan kecantikan. Hal tersebut mengundang cemooh dari beberapa siswa di Keiai Gakuen, apalagi saat perkenalan pertama Chouko mengaku berasal dari Taketomi.

Gadis Desa! Itulah image yang melekat pada diri Chouko di Keiai Gakuen. Akan tetapi, berbeda dengan orang lain, salah satu murid laki-laki di kelas Choku justru menaruh minat sejak pertama kali mendengar Taketomi. Terkenal dengan pemandangan yang begitu indah, bunga tropis, hoshizuna dan Ogomadara yang mempesona membuat laki-laki itu tertarik untuk mengenal Chouko lebih jauh.

Yoshida Shiki!
Pemuda dengan wajah biasa, tidak tampak istimewa dengan tingkat kepopuleran di bawah rata-rata -- bahkan lebih. 'Si Tak Terlihat' yang tak dikenal dan dipedulikan oleh siapa pun termasuk murid-murid SMA Keiai Gakuen. Tidak disadari bahwa ia merupakan pewaris tunggal perusahaan keluarga Yoshida yang bergerak di bidang tekstil.

Meskipun demikian, menjadi pewaris tunggal bukanlah impian Shiki. Impiannya tersimpan dalam lensa kamera kesayangannya dan tak pernah tersetuh siapa saja. Tidak ada yang tahu, bahkan kelurga Shiki sendiri bahwa bayangan meneruskan perusahaan keluarga Yoshida adalah suatu kepasrahan tanpa perlawanan yang diakibatka oleh perasaan tidak dapat berbuat apa-apa.

Shiki tak bisa memaksakan kehendaknya sendiri, karena ia adalah satu-satunya putra dari pimpinan perusahaan Yoshida saat ini. Yang bisa dilakukan hanyalah mengesampingkan kesenangannya, dan hidup sesuai dengan apa yang ayahnya inginkan.

Ketertarikan Shiki terhadap Chouko ternyata bukan keteratrikan sesaat, Ia sungguh-sungguh ingin mengenal gadis itu bahkan mengikuti Chouko ke mana pun ia pergi, mulai dari modus menawarkan pilihan klub terbaik mana yang dapat diikuti hingga mencari topik-topik pembicaraan secara tiba-tiba. Hal ini, tentu saja membuat Chouko, gadis desa yang terkenal dingin dan kasar, kesal setengah mati.

Kenapa mengikutiku terus? Kau ini tak punya teman, ya?

Iya. Karena itu, aku ingin berteman denganmu. Chouko juga kesepian, kan?

Kekesalan Chouko terhadap Shiki tidak berlangsung lama. Kebutuhan akan tambahan penghasilan mendesak Chouko untuk segera mencari kerja sambilan. Gagasan yang ditentang Hayato habis-habisan, akan tetapi Chouko bersikeras. Shiki yang mengetahui hal itu mencoba menawarkan bantuan dengan memperkerjakan Choku di Candy Kissa, kedai teh milik Otani Kazuhiko. Chouko tak dapat menolak, apalagi hanya Candy Kissa satu-satunya tempat yang mengizinkan pekerja sambilan dengan membawa serta anak kecil. Hidup bertiga dengan Hayato yang harus bekerja hingga malam membuat Chouko bertanggung jawab untuk menjaga Masaru sepulang bocah itu dari TK.

Bekerja sebagai pelayan di Candy Kissa secara perlahan mencairkan kebekuan di hati Chouko dan mulai menerima kehadiran Shiki di sekitarnya meski belum sepenuhnya. Kedekatan Shiki dengan Masaru dan Hayato yang terjadi begitu saja sesaat setelah mereka saling berkenalan juga membuat Chouko tak bisa menjauhi Shiki lagi dan berkat Shiki pula kini Chouko bisa sedikit meringankan beban keuangan keluarga.

Namun, tanpa diduga, Hayato kehilangan pekerjaannya. Rasa frustrasi menyerang, ego kakak tertua dan laki-laki Hayato pun terusik. Sangat tidak etis seorang kakak laki-laki yang dihidupi oleh adik perempuannya --- yang notabenenya masih berstatus pelajar. Perasaan gagal menjadi seorang kakak yang diamanahi tanggung jawab melingkupi hati dan pikirannya, membuat Hayato merasa malu dan marah pada diri sendiri, hingga melupakan bahwa bagaimana pun keadaannya ia tetaplah kakak terbaik yang Chouko miliki dan tak dapat digantikan oleh siapa pun. Tanpa berpikir panjang, Hayato menghilang!

Meninggalkan Chouko dan Masaru yang tanpa diketahuinya juga sedang menanggung beban rasa takut karena kejadian menyeramkan yang dialami keduanya.

****

Struggle!

Inilah satu kata yang cocok untuk menggambarkan keseluruhan dari isi Ogomadara Kanojo. Perjalanan hidup keluarga Nakajima adalah kisa pilu yang mungkin sudah banyak kita temui namun hanya dapat kita baca kulit luarnya saja. Ogomadara Kanojo memberikan sejumput fakta hidup menyakitkan itu. Kehilangan kedua orang tua secara mendadak karena musibah tak terduga di usia yang masih sangat muda adalah hal yang teramat menyakitkan bagi seorang anak. Itulah yang dialami Chouko, Hayato dan Masaru. 

Sesaat setelah saya melihat sampul buku ini, hal pertama yang menjadi pertanyaan adalah "Apa arti Ogomadara Kanojo?" Di bagian depan sampul di bawah judul buku kita akan menemukan tulisan 

"Karena menjadi kupu-kupu yang indah tidaklah mudah."
 Awalnya, saya tidak mengira bahwa Ogomadara berarti kupu-kupu. Sebagaimana pada novel-novel lain, penulis biasa menyisipkan sesuatu pada sampul buku sebagai bagian menarik namun tidak menjelaskan dengan gamblang arti yang sebenarnya. Dalam buku ini, kupu-kupu adalah perumpamaan yang cukup jelas untuk sesuatu yang berkaitan dengan perjuangan hidup atau perjuangan dalam meraih impian dan hal-hal yang diinginkan.

Sekilas, arti ini tampak biasa saja. Lagipula, sudah banyak kita menemukan kutipan-kutipan menarik tentang kupu-kupu dengan makna yang sama; mengacu pada hidup dan kehidupan. Akan tetapi, dalam buku ini kupu-kupu hadir dengan cara yang berbeda.

Tidak hanya sebagai simbol bagaimana keluarga Nakajima berusaha keluar dari kesulitan yang dialami kelaurga, Ogomadara juga disajikan sebagai pemicu konflik dan sesuatu yang membentuk karakter dari tokoh utama, Nakajima Chouko.

Kebenciannya pada Ogomadara yang beracun membuatnya harus selalu menelan pil pahit ketika mendengar kupu-kupu itu disebut, membangkitkan kenangan menyakitkan akan kehilangan sang Ayah, yang sangat menyukai Ogomadara. Dan saya sangat kagum kepada penulis karena berhasil membentuk cerita remaja yang ringan untuk dibaca namun benar-benar bisa menarik perasaan dan hati pembaca ke dalamnya.

Yang kedua adalah Pulau Taketomi. Sebagaimana yang kita tahu, perfektur Okinawa merupakan salah satu tujuan wisata Jepang yang paling banyak diminati. Baik dari turis maupun penduduk Jepang sendiri. Oleh kernanya, mari kita lihat seperti apa keindahan Pulau Taketomi.

Di dalam buku akan dijelaskan tetang pagar yang terbuat dari susunan batu-batu

Kereta yang menagnkut turis-turis yang berkunjung. Di dalam buku juga dijelaskan.



Hoshizuna atau pasir bintang yang dipercaya membawa keberuntungan


Keren-keren, ya? Jadi pengen kesana suatu hari nanti sambil gandeng suami :D

Sebagai informasi, novel Ogomadara Kanojo ini adalah novel Jepang terbitan Indonesia yang juga ditulis oleh orang Indonesia, dan merupakan novel Jepang pertama yang saya baca. Selama ini, saya hanya mengkonsumsi produk anime, manga, Live Action, film atau LN dari Jepang, sedangkan novel Jepang, Ogomadara Kanojo was the first one.

Meskipun begitu, saya cukup memperhatikan bagaimana cara Jepang menyajikan kisah remaja baik dalam sebuah buku maupun film dan Ogomadara Kanojo benar-benar seperti novel yang ditulis oleh orang Jepang asli yang mengenal dengan baik seluk-beluk pergaulan remaja Jepang. Saya sangat mengapresiasi penulisnya untuk hal ini.

Sifat malu-malu dan tidak blak-blakan dalam menunjukkan perasaan kepada lawan jenis adalah khas remaja Jepang yang sangat kental dalam ingatan saya apabila membaca manga atau pun menonton anime. Meski merupakan novel keluarga, Ogomadara Kanojo juga menyisipkan sedikit kisah romantis Chouko dan Shiki yang membuat saya baper setengah hidup. Momen-momen ketika benih-benih cinta mulai terpancar dari keduanya membuat saya membayangkan bahwa akan sangat bagus sekali apabila novel ini diadaptasi dalam sebuah film.

Salah satu momennya adalah saat Chouko mendapati bahwa Shiki ternyata menyimpan potret dirinya yang diambil secara candid. 

Kau bilang hanya memotret hewan dan tumbuhan?

Aku tak pernah berkata seperti itu. Aku memotret apa pun yang menurtuku indah.
Emak! Baper kuadrat saya bacanya. Gimana bisa anak kelas X SMA bilang hal seromantis itu? Terkesan gombal tapi yah saya juga perempuan dan semua perempuan senang digombalin hihi. Tapi yang paling penting daripada itu adalah kehadiran Shiki ternyata mampu mengobati luka hati dan penyesalan Chouku atas kehilangan yang dialaminya.

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari membaca novel ini. Mulai dari bagaiamana seharusnya kita bersikap saat disuruh melakukan sesuatu oleh orang tua (karena rata-rata pasti untuk kebaikan kita), bagaimana kita menyikapi penyesalan hidup atas sesuatu yang tidak dapat kita perbaiki atau kembalikan lagi, tentang perjuangan untuk melewati ujian Tuhan tidak peduli sesulit apa pun itu, tentang bagaimana menajdi kakak yang baik, menjadi adik yang pemgasih, menjadi jujur dalam impian dan diri sendiri, keberanian untuk menunjukkan diri kita kepada dunia dan tentang arti menjadi teman yang sebenarnya.

Yah teman yang bikin baper juga sih kwkwkwk

Meskipun ada sedikit kesalahan penyusunan dari segi halaman (terdapat halaman berulang) hal tersebut tidak begitu mengganggu dan kita tetap dapat menikmati ceritanya dengan baik.

Rate 4/5

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh