Catatan harian yang semakin renta dan tua

Minggu, 16 Juli 2017

[Movie] Talak 3

Judul: Talak 3
Sutradara: Hanung Bramantyo, Ismail Basbeth
Produser: Hanung Bramantyo, Karan Mathani
Distributor: MD Pictures
Rilis: 4 Februari 2016
Negara: Indonesia
Bahasa: Indonesia
Pemain: 
Laudya Cynthia Bella as Risa

Reza Rahadian as Bimo

Vino G. Bastian as Bagas



Sinopsis

Setelah resmi beberapa bulan bercerai, rumah kredit Bagas dan Risa terancam disita bank. Mereka berdua terpaksa harus bersama-sama mengerjakan sebuah proyek yang hasilnya bisa menyelamatkan kondisi keuangan mereka. Masalahnya, pekerjaan menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan proyek tersebut, muncul kembali benih cinta di antara mereka. Mereka pun memutuskan untuk rujuk kembali.


Persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan talak 3 kepada Risa. Hukum talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki-laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai. Untuk memuluskan niat mereka, Bagas berniat mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa.

Akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggungjawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo sudah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama. Risa gundah, dia tak ingin melukai pria baik hati seperti Bimo, dia meminta Bagas mencari calon suami lain namun dia tak mampu mengungkapkan alasannya karena tidak ingin Bagas berkonflik dengan Bimo.

****

Ini adalah film drama komedi romantis yang sebenarnya berkonflik biasa. Sudah bisa ditebak memang apa masalah yang akan menimpa pasangan suami istri yang ingin rujuk namun sudah telanjur menjatuhkan talak 3 sebelumnya, tapi dari film ini saya jadi tahu alasan yang awalnya saya anggap konyol dan tidak masuk di akal kenapa suami istri yang audah talak 3 lantas tidak bisa rujuk begitu saja. Ada sejarah cukup kelam tentang peremphan pada zaman dulu yang bisa dinikahcerai sesukanya dan hukum rujuk setelah talak 3 ini sebaliknya justru membuat saya senang. Di sini benar-benar digambarkan walau secara tersirat betapa dalam Islam hak-hak perempuan dan kehormatannya amatlah diperhatikan.

Untuk akting, nggak usah dinilailah ya, castnya aja udah juara gitu. Tapi, suka banget sama perannya Laudya Cynthia Bella di sini. Bener-bener khas wanita sosialita - mulai dari penampilan dan kipasnya yang nyaris nggak lepas, gaya bicaranya yang asyik dan lucu, dia jadi kelihatan lebih muda beberapa tahun plus fashionnya kece banget. Peran pria, duh sempet bingung harus pilih siapa (sebenernya sih ngapain ya pake milih haha). Dua aktor yang ada adalah aktor favorit saya. Bedanya, Abang Vino aktor favorit sejak zaman SMP, Abang Reza baru beberapa tahun ini. Tepatnya, sejak main dalam film Habibie dan Ainun. Seperti karakter yang kebanyakan dimainkan Vino, dia jelas cocok bangey jadi pria arogan dengan rambur gondrong dan jeans biri serta kaos oblong, tapi khusus Abang Reza, oh my aukaaaa banget dengan gaya jeans belel, kaos lapis kemeja kotak2 atau jaket, beannie dan brewok sexynya. Walau perannya kalem, jiwa Abang Reza Rahadiannya sama sekali tidak hilang. Sukalah ya sama akting mereka bertiga, apalagi saat udah ada permainan emosinya.

Komedinya lucu, pas, walau hanya terjadi di benerapa scene. Thank's to Dodit Mulyanto yang memang sudah cukup saya sukai sejak masih kadi kontestan SUCI hingga sekarang audah jadi stand up comedy-an bahkan aktor. Peran yang dimainkan pun pas dengan bagaimana Dodit saat di panggung. Hanya memang ada yang agak bolong atau terasa janggal. Penyelesaian masalah Bagas Risa Bimo kerasa terlalu cepat alurnya, cuma endingnya bagus. Nggak nyangka akan ada adegan yang cukup mengejutkan dalam salah satu scene penting dalam film ini.

Terakhir, film ini memberikan pesan yang cukup mendalam apalagi untuk pasangan suami-istri agar tidak gegabah dalam bertindak dalam mengambil keputusan karena resiko dari keputusan dan tindakan yang kita ambil sebagian besar bisa saja memaksa kita untuk mengorbankan hal yang paling kita sayangi. Seperti pernikahan, kata talak nggak bisa dijadikan bahan bercandaan.

2 komentar:

  1. Reza Rahardian laris banget yaak main pelem. Aku pilih Vino aja deh hihihi, syuka mukanya lucu soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sejak meranin apak Habibie keknya :D
      Abang Vino mah emang cakep hihi

      Hapus