,
“Ogah!.
Gue nggak mau dan lo nggak bisa maksa gue!” Tolak Vivian mentah-mentah. Ia
tidak mau. Enak saja main suruh-suruh. Dia saja tidak pernah memaksakan
kehendaknya kepada orang lain, kenapa Rafa bisa memaksakan kehendaknya padanya?
Walau sampai kapanpun ia tidak akan mau memenuhi permintaan konyol Rafa.
“Kenapa?
Lo naskir gue sampe nggak mau? Lo nggak pengen gue balik sama mantan gue supaya
perjodohan ini bisa terus berlanjut?” Tanya Rafa pede sejuta.
“Gue?
Naksir lo? Kayak stock cowok di bumi
udah abis aja.” Bantah Vivian tegas.
“Trus
kenapa nggak mau?” Tanya Rafa.
“Eh
harusnya gue ya yang ngatain lo bego. Pake nanya lagi apa alasannya. Gue nggak
mau beurusan sama lo apalagi sama kehidupan pribadi lo. Mau cewek lo ninggalin
lo kek, mutusin lo, bawa kabur duit lo, gue nggak peduli!” Jawab Vivian
kemudian melangkah pergi meninggalkan Rafa yang tidak menyangka akan mendapat
jawaban seperti itu.
Lo nggak bisa nolak. Lo nggak boleh
nolak. Gue nggak suka denger orang lain bilang nggak sama gue. Liat aja. Lo
bakal tetap lakuin perintah gue, suka atau nggak.





