[Review] TYPO - Christian Simamora

Minggu, Oktober 30, 2016

Judul Buku: TYPO
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: TWIGORA
Editor: Alit Tisna Palupi
Designer Sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penata Letak: Gita Mariana
Ilustrasi Isi: Maillor
Tahun Terbit: 2016
Tebal Buku: xii + 476 hlmn; 14 x 20 cm
Kategori: DEWASA
ISBN: 978-602-70362-7-7

BLURB

KETIKA TUHAN TAK MERENCANAKAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK BERJODOH, PARA ORANGTUA AKAN TURUN TANGAN UNTUK MENYATUKAN MEREKA.

Di usianya yang keempat belas tahun, Maisie Varma dijodohkan dengan Josh Mallick oleh kedua ayah mereka. Meskipun sama-sama tak suka dengan keputusan sepihak itu, Mai dan Josh memilih diam-diam belajar beradaptasi dengan satu sama lain ketimbang membangun nyali untuk menentangnya.

Tapi kemudian, di malam pergantian tahun, Oma Josh yang baru mendengar tentang perjodohan itu langsung protes keras. Bukan itu saja, beliau memaksa para ayah untuk membatalkan pertunangan malam itu juga. Semuanya pun kembali seperti semula kecuali bagi Mai. Dia sungguh-sungguh tak menyangka, status tunangan Josh selama beberapa hari membuatnya jatuh cinta untuk kali pertama.

ULASAN

We could've been great together.
Being in love like we only exist in romance novels.
But you choose to ignore the possibility.
And now you make me think this feeling for you is just a typo.
A mistake that needs to be corrected.

Di zaman Siti Nurbaya dijodohkan adalah hal yang lumrah, biasa dan bahkan mungkin ada yang menganggapnya istimewa. Tapi ketika zaman berubah lebih maju dan modern perjodohan lebih banyak dianggap sebagai petaka. Sebagai tindakan orangtua yang mungkin saja hanya memikirkan kelangsungan bisnis atau hanya karena obsesi berbesan dengan teman sepajang masanya. Akan tetapi, itu tidak berlaku bagi Maisie Varma, putri tunggal keluarga Varma. Perjodohannya dengan Josh Mallick justru menghadirkan benih cinta di hatinya, bahkan saat ia belum kenal cinta monyet itu seperti apa. Meski diawali dengan perkenalan yang menyebalkan, sikap Josh yang manis tak urung membuat Mai kecil terpesona dan tanpa sadar menyerahkan hatinya pada laki-laki yang lebih muda satu tahun darinya itu.

Namun, siapa sangka Oma Josh tidak setuju dengan keputusan kedua orangtua mereka, akhirnya meminta pembatalan pertunangan yang sayangnya tak bisa ditentang oleh ayah Josh maupun Mai. Waktu berlalu, tahun berjalan. Mai dan Josh pun tumbuh dewasa dan kembali dipertemukan oleh agenda kerjasama kedua perusahaan Ayah mereka. Peresmian Hotel Cocobolo sebagai satu-satunya hotel cokelat di Indonesia. Mai dan Josh mendapat kehormatan untuk mengurus proyek ini dari mulai persiapan hingga acara peresmian.

Mai kembali harus berinteraksi dengan Josh. Josh yang manis dan pintar main paino kini telah berubah menjadi sosok laki-laki sexy yang tak urung membuat Mai berdebar kala memandangnya. Apalagi pertemuan pertama mereka diawali oleh Josh yang tampil shirtless (gara-gara ngegym) dengan otot eightpacks-nya yang memukau, Mai sejenak dibuat tak berkata-kata.

Namun, proyek tersebut tetap bisa berjalan dengan lancar, beberapa kali Mai dan Josh harus terlibat meeting berdua untuk membahas persiapan dan materi presentasi. Hal itu berubah ketika keduanya ditugaskan untuk memantau langsung proyek yang berlokasi di Bali. Seringnya mereka berinteraksi membuat perasaan Mai perlahan berubah, dari memandang Josh sebagai partner bisnis yang cerdas (yang dulunya adalah mantan tunangannya) menjadi pria idaman yang membuat Mai mati penasaran. Berbekal nekad dan keberanian yang entah datang dari mana, Mai pun menawarkan kerjasama (rahasia) pada Josh Mallik. Kerjasama yang akan meuntaskan rasa penasaran Mai dan tentu saja akan meguntungkan Josh sebagai pria yang tak bisa berkomitmen.

Cinta adalah hubunga mereka adalah terlarang. Itu adalah typo, seperti halnya pada penulisan cinta adalah kesalahan yang tak boleh dibiarkan. Tapi, apa yang akan terjadi jika ternyata hubungan mereka justru medatangkan kesalahan perasaan tersebut?

Yeayyy... akhirnya saya baca buku ini juga. Sudah sejak lama penasaran dengan buku terbaru Babang dengan judul yang di zaman sekarang hampir selalu akrab dan bertemu dengan kita sehari-harinya. Kesalahan dalam penulisan masih sering kita temukan/lakukan saat membuat laporan terkait pekerjaan. buku-buku yang kita baca, tweet atau postingan kita di media sosial, bahkan pada hal sesepele SMS atau chatting dengan pacar atau teman. Yang pertama kali menarik minat saya dalam membaca buku ini adalah judulnya. TYPO pada buku dan tulisan itu sudah biasa, dapat kita hapus dan perbaiki dengan mudah, api bagaimana kalau urusannya soal hati, soal cinta. Bisa nggak diperbaiki seperti sedia kala? Bisa nggak kita menghilangkan rasa cinta yang sudah tercipta untuk seseorang? Mungkin bisa tapi tentunya akan butuh waktu yang nggak sebentar.

Selanjutnya adalah ide cerita. Perjodohan juga sudah sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, novel ini juga diawali tema perjodohan tapi yang membuat berbeda adalah pandangan Oma Josh yang ternyata sangat modern, mendukung anak-anak zaman sekarang untuk menentukan masa depan dan pilihan hidupnya masing-masing (terutama soal pasangan), padahal Oma Josh lahir di zaman yang konservatif. Kemdian ide mempertemukan mereka kembali dalam sebuah proyek, tentu saja yang harus digunakan adalah sisi profesional bukan emosioal. Dua tokoh dalam buku ini sudah berusaha menggunakan profesionalitas mereka sebagai dua orang yang mengemban tugas, namun ternyata emosi masih meemukan celah untuk masuk di antaranya. 

Pembangunan dan peresmian Hotel Cocobolo ini juga menjadi warna tersendiri. Karea mulai dari prosesnya hingga proyek ini selesai, sangat kentara bahwa penulis nggak menulisnya secara asal, namun melakukan banyak riset terkait cokelat dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Pada beberapa adegan juga saya menmukan bahwa penulis pasti menekuni atau membaca banyak sekali hal-hal terkait bisnis perhotelan. Kalau dipikir, ide bisnis dan hal-hal kreatif terkait proses pengerjaan proyek menurut saya pribadi bisa benar-benar direalisasikan dalam kehidupan nyata. Tinggal cari orang yang bisa menanganinya saja ;). Kayaknya ide Hotel Cocobolo bisa jadi salah satu agenda bisnis yang sukses hehe

Sisi lain dari Maisie Varma yang terkenal cerdas, kutu buku dan cinta dengan kisa-kisah roman jujur saja sedikit membuat saya tercengang. Bukan hanya karena sisi itu ternyata amat liar tapi membuat saya berpikir apakah wanita bisa sampai pada tahap imajinasi paling menerkam seperti yang Mai miliki. Dari segi tokoh menurut saya mungkin yang paling greget itu cuma Maisie seorang, bukan berarti Josh tidak hanya saja gambaran tentang laki-laki yang memiliki segala macam pikiran aneh dan imajinasi tentang perempuan itu hal mainstream, sudah kita ketahui bersama bahwa laki-laki dimana-mana sama saja isi kepalanya (apalagi kalau lihat yang sexy sexy :v).

Kemudian, penggunaan beberapa puisi juga sangat mendukung. Puisi yang terdapat dalam novel ini semakin memperkuat karakter yang ada, juga pengunaan novel karya Carina St. Tropez sebagai buku-buku favorit Maisie yang secara perlahan namun pasti membangkitkan sisi liar dalam dirinya juga sangat kusukai. Keren, sepertinya Babang bisa dapat ide dari mana saja untuk bahan tulisan-tulisannya.

Di novel ini saya menemukan beberapa typo atau kesalahan penulisan tapi karena judul bukunya saja sudah Typo, saya jadi nggak bisa mengambil kesimpulan apakah kesalahan-kesalahan ini adalah suatu bentuk kesengajaan untuk semakin memperdalam representasi kesalahan hati yang terdapat dalam cerita. Hanya saja memang ada yang saya temukan yang sangat jelas. Pada halaman 61, saat adegan Mai mengungjungi rumah Josh dalam rangka membahas proyek mereka, ini merupakan meeting mereka yang kedua setelah yang pertama dilakukan di area Gym perusahaan Josh, diceritakan bahwa sesampainya di rumah Josh, Maisie menemukan rumah itu begitu sepi seolah nggak berpenghuni. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam dan mendapati bahwa rumah itu kosong. Namun, beberapa saat kemudian ia mendengar seseorang meminta tolong...

"Tolong..."
Tak salah lagi. Meskipun lirih, cukup jelas bagi Mai untuk memercayai pendengarannya. Barusan ada suara cowok manggil nama gue... dari arah....

Di adegan ini, Mai masuk ke rumah Josh tanpa menyebutkan bahwa itu dirinya, kemudian Josh pun sedang ada di kamar mandi di kamarnya, tentu saja ia tak melihat siapa yang datang. Bagaimana mungkin Josh tahu bahwa yang datang adalah Mai? Memang mereka sudah janjian bertemu di rumah Josh, tapi kan bisa saja yang datang itu orang lain. Kemudian, Josh sama sekali tidak memanggil nama Mai, ia hanya meminta tolong, namun dari adegan diatas tertulis justru isi kepala Mai berkata bahwa ada seseorang memanggil namanya. Jadi saya pikir ini memang murni kesalahan penulisan.

Selain itu, seperti nove;-novel Babang lainnya, novel ini juga quoteable untuk urusan cinta-cintaan. Ada beberapa yang menjadi favorit saya di antaranya:

1. Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari
2. Better late than never, but never late is better
3. Yang ditakdirkan untuk datang, akan datang. Yang ditakdirkan untuk pergi, akan pergi. Yang ditakdirkan membuatmu sakit hati, biasanya akan datang dan pergi sesuka hati.
4. Kau adalah semestaku, meskipun aku mungkin hanya sepetak tanah bagimu
5. Cinta adalah secangkir teh yang kau siapkan untuk orang yang belm tentu akan meminumnya.

Rate: 4/5 bintang

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh