[Ebook Review] Dunia Kafka By Haruki Murakami

Kamis, Maret 02, 2017

Judul Buku: Dunia Kafka
Diterjemahkan Dari: Kafka on The Shore
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: PT. Pustaka Alvabet
Terbit: 2005
Cetakan Ke-III: Maret 2016
Penerjemah: Th. Dewi Wulansari
Editor: A. Fathoni
Desain Sampul: Ujang Prayana
Tata Letak: Priyanto
Tebal Buku: 606 hlmn, 13 x 20 cm
ISBN: 978-602-9193-03-9
Rating: 4/5

Novel dengan dua plot berbeda namun saling terkait ini bercerita tentang dua tokoh yang berlainan dunia. Di satu sisi, novel ini menuturkan kisah Kafka Tamura, remaja yang kabur dari rumah untuk menghindari kutukan ayahnya serta mencari ibu dan saudara perempuannya. Dalam petualangannya, ia menemukan tempat penampungan yang tenang di sebuah perpustakaan pribadi di Takamatsu, yang dikelola Nona Saeki yang tertutup dan penyendiri serta Oshima yang ramah dan cerdas. Kafka menghabiskan hari-harinya dengan membaca buku, hingga suatu ketika polisi menginterogasinya terkait dengan kasus pembunuhan brutal.

Sisi lain ini becerita tentang Satoru Nakata, lelaki tua yang - berkat kemampuan luar biasanya - bekerja paruh waktu sebagai penemu kucing hilang. Pada suatu kasus, demi seekor kucing, ia membunuh seorang lelaki misterius. Kasus ini membawaya hengkang jauh dari rumahnya dan berakhir di jalanan, hingga bertemanlah ia dengan sopir truk bernama Hoshino yang membawaya menuju kota tempat pelarian Kafka. Nakata dan Kafka berbeda dunia, namun di alam metafisik kisah keduanya terhubung - dan begitu pula yang terjadi dalam realitas sesungguhnya.

Dengan Oedipus Complex sebagai bunga cerita, novel surealis ini menyuguhkan bacaan memukau ihwal identitas, cinta, tragedi, takdir, dan pergulatan hidup. Gagasannya eksploratif dan filosofis. Alur ceritanya berkelok-kelok dan penuh teka-teki. Gaya bahasa dan narasi dialognya ringan dan menghibur. Sebuah ovel memikat dari penulis hebat yang patut Anda baca!

****

Kisah yang panjang dan penuh petualangan. Awalnya saya agak susah untuk masuk ke dalam cerita Kafka. Kehadiran bocah bernama Gagak pun membuat saya bertanya-tanya apakah kisah ini tentang seseorang dengan kepribadian ganda, yang sampai beberatus ratus halaman tak saya temukan jawabannya.

Kisah ini agak terasa membosankan oleh selipan wawancara yang teramat panjang atas fenomena aneh yang terjadi di Jepang pada masa perang. Wawancara yang tidak membawa penanya ataupun pembaca kemana-mana. Hanya tetap pada kesimpulan bahwa kejadian aneh dimana 16 siswa pingsan tapi seolah penuh kesadaran biarlah tetap menjadi misteri tak terpecahkan.

Pada bagian surat sang guru pun saya tidak mengerti korelasinya dengan hal yang menimpa Nakata. Walau mungkin pingsannya dapat dikategorikan sebagai trauma yang terjadi secara tiba-tiba karena tindak kekerasan tak terduga, tapi asumsi ini terpatahkan oleh kehadiran 'batu masuk' yang ditemukannya bersama Hoshino.

Kisah ini tergolog rumit, penuh teka-teki dan diselipi beberapa kengerian. Adalah hal menarik ketika kucing menjadi binatang yang amat berperan dalam buku ini tapi saya tidak dapat menemukn jawaban kenapa harus kucing? Da Gagak! Padahal Jepang punya anjing Akita setia yang amat terkenal itu. Karya klasik ini mungkin juga diselipi beberapa kepercayaan yang dianut orang Jepang - mungkin tentang 'batu masuk' yang dimaksud dalam buku ini yang tidak dikenal di Indonesia, jadi hal itu pun yang menjadi penyebab kurangnya pemahaman yang masuk ke dalam kepala saya.

Tapi demikian kehadiran perpustakaan Komura dan berjuta jenis koleksi menarik di dalamnya adalah hal yang paling saya sukai dan favoritkan. Rasanya seperti ingin terbang ke Jepang saat ini juga, mengunjungi Takamatsu dan mencari letak keberadaan perpustakaan besar dan megah ini. 

Dari setiap pergantian alur cerita pada babnya saya memfavoritkan kisah Kafka. Walau kisah Nakata tak kalah menarik dan kadang mengandung tawa. Tapi cerita Kafka lebih dariada itu, ia adalah tokoh penting yang hidupnya terasa tidak penting baginya, bahkan keberadaannya pun dipertanyakan oleh dirinya sendiri apa maknanya.

Usia lima belas tahun dan masa lalunya membentuk Kafka menjadi remaja agak labil yang akhirnya merasa kehilangan jati diri. Krisis identitas benar-benar mewaranai hidupnya dan itu semua diakibatka oleh hal yang tak ia pahami.

Satu hal yang paling membekas dalam ingatan saya adalah buku ini mengajak kita untuk mengikhlaskan hal-hal yang sudah pergi. Kenangan adalah sesuatu yang dapat membuat kita hidup lebih lama tapi tak boleh kita tinggali selamanya.

You Might Also Like

2 komentar

  1. itu beneran bukunya sampe 600 halaman? tebel jugak ya.. btw, terjemahannya bagus gak mba?

    www.theamazingjasmi.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak tebel banget wkWkwk
      bagus kok mbak. Enak bgt dibacanya

      Hapus

Popular Posts

Bookshelf

Elsita's bookshelf: currently-reading

Wonder Fall
tagged: currently-reading

goodreads.com

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Diary Lusuh